QUEEN CELL - ITC KUNINGAN JAKARTA , LANTAI 3 , BLOK D6 , NO.3A | SAMSUNG | APPLE | SONY | LENOVO | BLACKBERRY | ASSUS | XIAOMI | HTC | LENOVO | LG

Kenikmatan Tukang Pijat

Hampir tengah malam waktu aku melihat ke arah jam tanganku, jalanan yang sepi terus aku lewati, membuat aku menarik gas motorku dengan kecepatan lebih dari biasanya. Masih jelas di pikiranku, adegan demi adegan di film sore yang ku tonton di salah satu situs dewasa penikmat sesama jenis. Sempat terpikir dikepalaku untuk melakukan dan merasakan semua apa yang aku lihat dari film itu.Seorang pria paruh baya yang menyodomi seorang pria muda di dalam kamar dengan begitu napsu dan liar, lidah dan tanganya yang terus menjalar di semua lekuk tubuh pria itu seakan membuat napsu di diriku sendiri menjadi meningkat, batang kontol yang besar dan panjang itu menghantam dan terus di gesek ke dalam lubang pantat pria rekanya di kamar itu. Desahan demi desahan begitu aku resapi, putaran demi putaran kamerapun seakan menghipnotis ku untuk merasakan apa yang di rasakan pria itu saat disodomi pria separuh baya yang aku lihat di situ dewasa itu.

            Sehentak aku berhenti karena suhu di sepanjang jalan membuat diriku begitu gemetar dan sangtn mengigil. Aku berniat untuk mengambil rokok dan korek di saku jaketku, sambil kunyalan aku lihat suasana di samping begitu sepi dan tak satupun orang berlalu lalang disini. Hingga aku terkaget ketika ada pria aga gemuk dengan jaket yang tebal melewat dari arah belakangku. Dia melihatku dengan tatapan kosong sambil terseyum kecil, akupun segera menyapanya, Sedikit ku lihat mukanya di dalam keadaan remang-remang lampu jalan, membuatku aga terpesona olehnya. Muka kash seorang pria hampir berumur 50 tahun itu membalas sapaan dari ku.Diapun berhenti sejenak, karena tanganku sedang memegang sebungkus rokok yang tadi ku ambil dari saku jaket, akupun segera menawarkanya, mungkin sedikit berbasa basi aku bisa lebih mengenal dia. Jujur di hatiku dan diriku yang masih berada di atas motor itu sempat merasa birahi saat melihat tubuhnya secara keseluruhan. Badan pria yang aku sukai ini seakan memberi ketertarikan tersendiri kepadaku. Ku standarkan motor dan ku ajak berbincang pria itu sambil duduk tak jaruh ku menaruh motor.

            Pria itupun mengikuti semua ajakan ku, beliau bernama Wahyu dan berasal dari Medan, dia petugas keliling di daerah sekitar sini,  karena rumahnya yang kosong di tinggal anak dan istrinya yang sedang pulang kampung, dia pun berniat untuk memeriksa rumahnya yang aga masuk kedalam dari tempat kita duduk sekarang. Karena keadaan itu akupun berpikir sejenak bagaimana aku bisa ikut dengan beliau dan setidaknya bisa dekat dengan dia, apalagi sekarang aku tau kalau dia tinggal sendiri di rumahnya. Kutanyakan apakah di sekitar sini ada yang bisa memijat, diapun segera menjawab dengan menawarkan dirinya bahawa dia sendri yang biasa memijat orang sekitar daerah sini, ternyata kesempatan berada di pihakku malam ini, dia mengatakan karena biasa dia memijat kaum pria saja, bukan karena apa tetapi hukum adat yang dia takutkan jika menerima pasien wanita. Diapun menawarkan jika ingin di pijat olehnya, bisa datang ke rumahnya, lebih bagus lagi jika dia sedang berada di rumah, bisa waktu itu juga di pijat pasienya.

            Akupun segera meminta dia untuk dapat memijatku malam ini juga, walau sedikit dia menolak karena sedang bekerja, akupun berusaha untuk dia menerima pasienya ini, tak lama setelah itu diapun aku bonceng ke atas motor dan kitapun segera kerumahnya melewati rumah demi rumah warga yang sudah mapir semuanya tertidur pulas.Aku sangat gembira, ideku yang muncul mendadak tadi bisa aku jalani dengan mulus, bahkan film sore yang aku lihat itu seakan memberi inspirasi kepadaku untuk dapat melakukan adegan yang sama dan sekarang akulah pemain bersama pria yang aku bonceng ini.

            Rumah kecil yang aga jauh dari warga sekitar itu ternyata rumah bapa Wahyu. diapun segera membuka kunci dan mempersilahkan ku masuk, selain yang menjaga ada tiga orang dan bapa Wahyu berniat untuk memeriksa rumahnya yang sepi itu, seakan membuat ideku dan niatku bertambah mulus. Setelah aku mematikan rokok dan masuk serta duduk di kursi dekat pintu masuk, pa Wahyu pun segera ke kamar dan berniat untuk mengambil perlengkapan pijatnya. Bersih dan tertata walau kecil rumah ini membuat aku sedikit nyaman, akhinya dia memanggilku dan menyuruhku untuk memasukan motorku serta mengunci pintu rumahnya. Akupun berjalan setelah melakukan semua perintah dari pa Wahyu menuju asal suara itu berada, ku melihat dia menyediakan kasur kecil di ruangan satunya untuk diriku di pijat disitu, aku melihat bapa wahyu sudah mengganti pakainya dengan sarung dan baju kaos yang tipis. Dengan minyak yang di pegang dan piring kecil itu, diapun segera duduk dan mempersilahkan aku untuk tiduran di atas kasur itu.

            Puting yang terjiplak keluar dan lekukan perut serta tangan yang berbulu itu membuat diriku begitu napsu, sedikit ku bersabar, akupun segera membuka jaket bajuku, dengan nada santai aku meminta ijin untuk melepaskan celana panjang ku ini, betapa kagetnya diriku saat beliau meminta aku membuka semuak pakaianya yang aku kenakan dan menyuruhnya menggunakan handuk hitam yang ada di samping bantal yang dia sudah siapkan tadi. Dengan senang aku melakuakan itu semua, sambil membelakangi, ku kenakan handuk dan menelungkupkan badanku di atas kasur. Dengan santai dan penuh napsu ini akupun menikmati semua pijatan dari tangan pa Wahyu, walau sedikit kasar dan panas, aku benar-benar merasakan semua jemarinya bermain di kakiku sambil berbincang kemana mana, diapun segera memijat paha dan pantatku, tanpa ada rasa malu dan risi, akupun menarik handuk itu keatas, kedua paha dan bagian pantatku kini semuadi pijat oleh kedua tangan pa Wahyu, diapun tidak protes dan terus memijat sambil tetap berbincang dengan diriku, walau pijatnya kurasakan lumayan untuk ukuran pa Wahyu, akupun sedikit demi sedikit mengambil kesempatan yang ada, selain ku memegang tanganya sambil ku arahkan kebagian sakit yang itu semua adalah pura-pura belaka, akupun membuka sedikit demi sedikit bagian kedua pahaku, napsu yang terus menaik ini seakan membuat aku sudah lupa daratan, akupun segaja untuk memperlihatkan bagian pitalku yang sudah keras dan padat ini kepada pa Wahyu. Benar kontol ku yang sudah dari tadi hidup ini karena birahi ku kepada pa Wahyu seakan sudah minta untuk di manjakan.

            Kuangkat sedikit pahaku dan kaki ku dan ku perlihatkan kepala kontolnku kepada pa Wahyu, diapun hanya diam tanpa ada reaksi apapun, apakah aku salah bertemu orang yang terlintas di pikiranku saat itu, tapi aku tidak menyerah segera aku meminta pa Wahyu untuk memijat bagian punggunggku, dengan segera dia melumaskan minyang di piring itu ke semua bagian punggungku dan belakang perutku lalu tanganya yang terampil itu memijat dari pundak lalu turun hingga sampai di bagian atas pantatku, akupun segera memintanya untuk duduk di atas pantatku supaya beliau bisa memijatnya sambil ku rasakan apa yang kuinginkan saat itu, tanpa menolak serta menaikan sedikit sarung yang di kenakan itu, pa Wahyupun segera duduk dan meminjat pundukku, aku rasakan bagian pantat dan paha yang kuat itu berada di pantatku dan ternyata diluar dugaanku sendiri. Di atas pinggangku aku rasakan ada daging yang kenyal dan sekan-akan seperti bola, aku curiga itu adalah buah zakar milik pa Wahyu, tapi mana bagian kepalanya ? Apakah punya dia kecil atu ... Setelah lama aku rasakan setiap gesekan pantantanya yang di tambah oleh dua buah zakar miliknya diapun segera menghentikan pijatan di punggungku, dia memintaku untuk segera menelentangkan badanku dengan keadaan kepalaku menuju atas rumahnya, tak lama dari dia berdiri akupun segera melakun perintah itu, sedikit malu kurasakan ternyata handuk yang kukenakan itu terlepas dari ikatanya. Batang kontolku yang tegang itu langsung jadi sasaran matanya, segera aku menutup dengan tanganku sambil menutup kembali handuk yang kukenakan, pa Wahyu pun hanya terseyum dengan ulahku itu.

            Pijatan pun berlanjut, tetapi dia langsung memijat kebagian pahaku, sambil sesekali dia memijatnya aga masuk kedalam dan menyentuj buah zakarku, aku hanya menikmati dan tidak mempermaslahkan itu, sambil ku nikmati jari-jarinya, tak lama pa Wahyu mengambil minyaknya kembali, saat itu keadaan jariku tepat menyentuh kontol pa Wahyu, ini bukan ide tapi ini sudah kebiasaan bagiku, segera aku memainkan dan berura-pura kesakitan untuk dapat menyentuh dan memaikan kontol pa Wahyu dengan jari kakiku, ternyata benar dugaanku, saat tadi ku bertanya dimanakah letak kepala kontol pa wahyu saat mendudukiku terjawab sudah, kontolnya ternyata sudah mengeras dan membesar aku pun segera menikati keadaan itu tanpa ku lewati sedikitpun.

            Sedikit takut akan kejadian itu, aku segera melihat raut muka pa wahyu, dia hanya fokus sambil terseyum meilihat ke arah mukaku, setelah bagian itu menjadi incaran pijatanya kini dada dan lenganku yang dia pijat.Jari jari yang besar itu kini memainkan dadaku yang tertutup bulu bulu tipis, tak hanya sekali tetapi beberapa kali putingkupun menjadi saran jarinya, betapah nikmatnya, seakan aku sedang di service ++ olehnya pada malam itu, segera dia memijat bagian lenganku yang sedikit berotot ini, diapun memujiku karena aku memiliki badan yang bagus dan tangan yang berotot, sedikit ku terseyum karena masih menikamti pijatanya, diapun memegang ototku sampai dengan ketiakku yang sama berbulu tipis, tak sadarkan atau bagaimana, tanganku diarahkan kebagian sarung yang dikenakan tepat ke arah batang kontolnya, akupun menyentuh dan merasakan kembali bahwa batang miliknya itu masih saja dalam keadaan keras.

            Tak mau kehilangan akan kesempatan itu, adengan pura-pura pun kembali aku lakukan lagi untuk menyentuhnya, segera dengan perlahan aku meraih sedikit demi sedikit batang milik pa Wahyu ini, setelah hampir bisa kurain dan ku genggam benar nyatanya batangnya begitu besar dan keras, kurasakan urat uranya dan kepala dari batang kontolnya sangat lah membuat aku birahi dan ingin melihat serta menghisapnya, sehentak saat aku menikmati kontol dengan tanganku, pa wahyu menghentikan gerakan pijatanya di tangaku, diapun melihat tanganku yang masih berada menyentuh batang miliknya, sempat aku merasa kaget dan takut serta malu akupun segera menghentikan aksiku ini, tapi apa yang terjadi pa wahyu malah membuka sarung yang di kenakan dan mengemperlihatkan batang kontolnya kepadaku, diapun memberi ijin aku untuk memainkanya, apa ini suatu kebenaran atau aku yang sedang munjur di waktu itu.

            Tanpa basa basi akupun segera memainkan dan memegang erat batang kontol milik pa wahyu, betapa besar dan keras serta bau khas pria yang kurasakan membuat ku semakin beringan memainkanya dan mengocoknya. Tangan beliau yang sedang asik dengan putingkupun segera meraih handuk dan membukanya lalu melakukan hal yang sama kepada kontolku yang terus menegang itu. Mungkin kami sedang birahi pada saat ini , hingga akhinya aku segera memajukan kepalaku dan menghisap serta mencium semua batang kontol dan buah zakar miliknya, betapa rakusnya aku saat itu, bulu bulu kemaluan yang rimbun pun aku basahi dengan air liur yang keluar dari lidaku sendiri, sementara tanganya yang terus mengocok kontolku dan memainkan putingku, aku mendengar desahan yang keluar dari mulut pa wahyu, mulut kupun terus mengisap kepala dan batangnya hingga aku tak kuasa menutup mata karena rasa yang begitu nikamat, pa wahyupun segera melahap dada dan menjilati semua badanku dengan begitu napsu.

            Aku rasakan lidahnya yang liar itu mendarat dan menyapu hapis semua bagian demi bagian, diapun mendekat ketelingaku sambil memintaku untuk memasukkan kedalam lubang anusnya yang sudah siap untuk aku terjang, sebelum dia mengambil minyak di sampinya, aku meminta beliau untuk menghantam mulutku oleh kontolnya yang sudah merah itu, diapun segera menggesekan kontolnya di dalam mulutku, urat dann batang yang besar itu aku nikmati setiap hantaman demi hantaman di mulutku sampai aku ingin muntah, sambil ku kocok kontolku dan ku raih dada dan susunya, aku rasakan begitu nikmat sekali, sambil terus berdesah tidak sengaja cairan napsu yang keluar dari kontol pa wahyu pun aku telan habis tak tersisa.

            Segera dia berdiri dan duduk di atas kontolku, setelah sebelumnya mengoleskan minyak di konotolku oleh kedua tanganya, diapun memasukanya kedalam lubang duburnya yang sedikit sempit itu, sambil jongkong dan menahan tanganya ke dadakum diapun segera meminta aku untuk mulai menggesekan kontolku di dalamnya, hampir semua batangku ku masukan kedalam lubang pantat pa wahyu, aku rasakan urat - urat pantatnya sangat menghisap kontolku, akhinya gesekan demi gesekan terus aku tingkatkan untuk menyodomi dubur pa wahyu, rasa yang bercampur saat itu membuat aku teringat akan adengan di film itu kembali, walau sekarang pemeran dan adenganya berubah, akupun segera melakukan dengan posisi pa wahyu menelungkup, ku masukan kembali semua kontolku sambil memeluk dan memaikan tanganku di kedua susunya yang besar itu, membuat desahan pa wahyu semakin kersa dan dalam, kontolku yang haus akan lubang ini terus mendapat hisapan dari urat urat pantat pa wahyu.

            Sambil kujilati punggung dan pundak pa wahyu aku pun mencium bibir dan membasahi kumis serta janggutnya, pria separuh daya ini sedang aku sodomi di rumahnya, badanya yang sexy, kontolnya yang besar dan pantatnya yang kuat ini sekarang milikku sepenuhnya, sambil terus ku gesekan kontol di lubang duburnya, aku tetap menikmati mukanya untukku ku jilat dan kuciumi bibinya, lidahnya yang membalas semua yang kulakukan dan desahan yang keluar semakin diriku mengencangkan gesekan kontolku di duburnya sambil ku meremas terus dada dan putinya, tak lupa lidahku yang sudah benar benar liar ini pun menyapu bulu bulu di kedua ketiknya.

            Terlihat pasrah sambil menikmati permainanku kepadanya, ku telentangkan badanya pa wahyu, sambil ku ganjal dengan bantal di pinggangnya, akupun segera menjilati putingnya sambil ku berusaha memasukkan kembali kontolku di dalam duburnya, ku angkat dan ku tahan kakinya, membuat dia semakin terus mendesah setelah kembali kumasukan penuh kontol di dalamnya, tanpa basa basi sambil terus ku memanjakan dadanya dengan lidahku ini, pantatnya ku hantam dan ku gesek terus menerus oleh kontolku, kedua tanganya ku arahkan ke atas untuk ku basahi kembali ketiak dan kucium aroma pria yang benar benar semakin lebih aku merasakan nikmat dari tubuh pria ini. Hingga ku sudah hampir di ujung klimak, akupun segera menarik kontolkku dan ku taruh di depan mukanya sambil ku kocok cepat, hasrat dari napsu birahi ni pun keluar seiring dengan muncrat deras pejuku yang membasahi mulunya , sambil terus ku kocok karena nikmat yang tak tertandingi ini, lidah pa wahyu pun menghisap dan terus menerus hingga ku tak kuat begitu nikmat serta linu yang kurasakan, segera diriku menarik dari mulutnya dan kulihat semua peju yang keluar dan membasahi mulutnya itu sudah habis di telanya, bibirnya yang terus mendesah pun segera ku hisap dan ku tarik lidahnya, rasa peju yang tersisa pun tercampur oleh air liurnya yang terus ku hisap dan ku telan.

            Badanku pun segera ku rebahkan, dan kuminta dia untuk melakukan sperti awal yang kuminta, menggesekan kontolnya di mulutku, sambil terus mendesah dan menghantam mulutku oleh kontolnya yang tegang itu, tak lama dari ku memainkan dadanya, akhinya ku rasakan aliran air peju yang keluar dari kontol pa wahyu, urat yang keluar dan besarnya kontol membuatku tidak bisa menahan semua peju itu, akupun segera menelan dan memakan habis sambil menikmati terus gesekan dari kontol pa wahyu sendiri. Sedikit rasa mual dan ingin muntah tak bisa kuhindari, tapi karena aku ingin membalas semua yang telah beliau berikan kepadaku, akhirnya aku bisa menghabiskan dan memintanya untuk menarik keluar kontolnya dari mulutku. Lidahnya yang terus menciumi dan memanjakan mulutnya membuat aku benar-benar terpuaskan olehya pada malam itu, setelah kita bersantai sambil memeluk di kasur itu, akupun segera pamit sambil menuju ke motorku setelah kami dari kamar kecil, akupun memberikan uang di tambah bonus yang ku janjikan waktu pertama ku meminta untuk memijatnya.

           Saat di rumah dan ku bersiap untuk tidur, masih teringat akan semua yang aku lakukan dan aku rasakan , senang, puas dan merasa terpenuhi akan birahiku, akupun menyimpan baik baik semua yang dikatanya pa wahyu kepada ku terakhir sebelum aku melaju dengan motorku. Sungguh aku berterima kasih walau sampai saat ini aku sempatkan untuk bertemu tak kunjung datang.

From : GendutGempal

Read More →

Kenikmatan Supir Angkot

Bisa dikatan diriku sangat menyukai untuk melakukan hubungan sex, tidak bisa di pungkiri jika napsu ini sudah datang dan tidak bisa terbendung, banyak hal dan ide sering aku lakukan walaupun tidak sedikit tercapai dengan sempurna. Akulah Doni anak hukum di salah satu perguruan tinggi di kota ini, selain sibuk dengan kuliahku, aku sering menghabiskan waktu di depan komputer, bukan karena membuat tugas saja akan tapi sibuk di dunia maya untuk mencari patner sex, walau memiliki kriteria untuk berhubungan sex, tapi ada kalanya semua aku terima tanpa memandang bulu, hanya untuk memenuhi birahi ku ini.

Tangan yang sering menjadi pendampingku dikala aku napsu sudah menjadi hal yang rutin, banyak pria yang sering ku ajak untuk sekedar berhubungan sex, tidak hanya cepat bosan akan satu atau dua pria yang aku temui, tapi varian sex sangatlah aku cari. Dari media sosial hingga situs dewasa menjadi favoritku di depan komputer, dari hanya sekedar melihat dan menonton, hasil download film yang kusuka pun penuh di dalam harddisk ku.

Diantara teman-teman dan keluargaku, sikapku akan ketertarikan kepada pria sangat ku jaga, walau mungkin beberapa orang sudah mulai curiga karena keteledoranku sendiri, tapi itu semua tidak pernah membuat diriku jera akan terus mencari patner sex, pria dengan lekuk tubuh sexy berpenampilan menarik dan berbulu itu sangat menjadi incaranku. Aku sadar aku memiliki kelainan ini, tapi aku tidak menyesal akan semua ini, apapun akan ku cari dan kulakuakn demi dapat patner untuk berhubungan sex.
Malam ini aku terbangun karena cuaca membuatku sangat gerah, setelah kunyalan rokok di kamarku, segara aku berselancar di dunia manya, tak kalawaktu itu napsu diriku keluar kembali dan ingin dilampiaskan, berniat mencari orang di jalanan, akhirnya ku putuskan untuk keluar rumah sambil ku mencari makan dan menghilangkan hawa panas ini, segera ku melangkah dan melaju menggunakan motorku menuju tengah kota. Masih saja cuaca terasa sangat panas, tersadar aku akan musim kemarau segera aku berparkir di salah satu mini market dan membeli rokok serta minuman ringan yang kutemui di tepi jalan.
Santai sambil menikmati minuman dan rokok yang baru ku beli, terlihat di sebrang seorang pria yang sedang mencuci angkotnya, sambil ku perhatikan ternyata pria itu hanya menggunakan celana pendek tanpa baju dan sadal jepit saja. Badanya tidak kurus maupun gemuk tapi berisi, tingginya sama dengan diriku, mungkin dia merasa gerah sama sepertiku, sedikit ku perhatikan ke jalanan, ternyata jalanan pada saat itu sangat sepi, warung dan penjual makanan sudah tutup, jadi  hanya tinggal aku penjaga mini market 2 orang di dalam dan pria yang mencuci mobil di depanku ini saja.

Napsu ini tiba-tiba muncul setelah lama memeperhatikan kesexyan tubuh pria di sebrang jalan itu, hingga akhinya diriku berniat menghampiri dan ingin melihat sedikit lebih jelas apa yang kuperhatikan tadi, setelah ku menyebrang jalan dan menyapanya teryata dia adalh pemilik angkot tersebut , karena penumpang sepi dan tidak bisa tidur oleh cuaca yang gerah ini, diapun berinisiatif  untuk mencuci dan membersihkan mobil angkotnya. Sedikit berbasa basi sambil menawarkan minum dan rokok yang kubawa, akhinya kita saling kenalan, pria asal sebrang ini sudah hampir 2 tahun menjadi supir, tadinya ada keneknya cuma dia sedang kembali ke kampung karena ada urusan. 

Sambil ku mengajak ngobrol dia, Toms nama panggilanya itu, dia tetap membalasnya walau tangan dan perhatian matanya tertuju pada angkot yang sedang di cucinya.Badan yang basah karena keringat dan air dari cucian itu seakan menarik mataku, birahi di dalam diriku mulai bergejolak, kaki yang berbulu dan betis yang kekar tidak luput dari incaran mataku, tanganya yang sering di taruh ke atas untuk memcuci bagian atas mobilpun membuat aku tidak karuan, tidak hanya ketiak yang berbulu tipis tapi beberapa otot yang cukup besarpun seakan membuat diriku ingin menikmati tubuhnya yang bagus ini. Dia merasa senang aku ajak berbincang, tetapi aku takut menggagu pekerjaanya, sedikit ku tanya lebih dalam tentang kehidupanya, ternyata dia anak yang baik, jikala napsu sedang menghadang, dia hanya menggunakan tanganya dan bukan mencari wanita yang siap untuk melampiaskan napsunya.

Perjaka ternyata pria yang sedang ku nikmati tubuhnya ini oleh mataku, hingga saat dia membersihkan sela sela kotoran di ban mobilnya, aku perhatikan tonjolan yang keluar dari boxer yang dikenakanya, pria ini tidak menggunakan celana dalam lagi, jadi hanya boxer saja yang menutupi kejantanya. Kesempatan demi kesempatan tidak aku lalui, rokok pun sambil terus ku hidupkan, aku berusaha untuk melihat jelas kepala batang kontolnya yang besar walau dalam keadaan sedang lemas, masih saja kami mengobrol hingga dia selesai mencuci angkotnya dan memansakanya, taklama dia masuk untuk mermbersihkan bagian dalam, akupun mengikutinya berniat untuk membatu, dia malah menyuruhku duduk di depan sambil menyalakan lagu di radio yang berada depan di depanku.

Setelah beberapa menit, akupun melihat kearah belakang, ternyata dia sudah selesai memebersihkan bagian dalam mobil dan kini sedang memojok di belakang sambil beristirahat  melonjorkan kaki, segera kubukakan minuman dingin yang ku beli tadi di mini market, ku berikan sambil ku duduk di depanya, lagu santai yang mengiringi kita berdua di dalam mobil semakin membuat aku menjadi napsu kepadanya, badan yang ku dari tadi kini terlihat begitu jelas sehingga membuat lidah ini sudah tidak sabar untuk menjilatnya, kontolkupun bangun tanpa perintah dan menegang seiring ku memandang dari raut muka badan hingga jendolan batang kontol di boxer yang ia kenakan.

Entah ide mana yang harus kugunakan saat itu, spontan aku memegang otot yang ada di tanganya itu, sedikit basah dan lengket saat kurasakan, dia mengarahkan penglihatanya kepada mukaku, dirikupun takut akan marah, segera aku memuji sambil terus memegang dan meremas tanganya yang kuat itu, sambil terseyum dia bertanya apakah dirinya gagah dengan postur seperti itu, setelah ku merasa ideku berjalan, aku terus memuji sambil ku pindahkan tangan ke bagian dadanya, puting yang kecil itu aku segajakan untuk di tersentu oleh jermari-jemariku, dia sedikit protes dan menutup dadanya oleh tanganya sendiri sambil tertawa malu.

Kini pahanya yang menjadi incaran dari jariku, masih dalam keadaan ku memuji dan alunan lagu berganti dengan sendirinya, dirinyapun sadar akan diriku yang tertarik kepadanya saat itu, dia segera bertanya apakah diriku tidak pulang ke rumah karena waktu sudah menunjukan hampir pagi, jariku yang masih meremas pahanya yang keras sexy walau basah itu segera aku membalas karena merasa suntuk dan tidak ada teman tidur, entah keberuntungan atau apa, aku merasa dia tidak menghiraukan perilakuku kini, masih dalam keadaan menyender ke bagian belakang angkot, dia menutup mata sambil terdiam, dirikupun masih asik menikmati pahanya ini oleh jari tanganku, karena napsu yang semakin menjadi-jadi, kuarahkan jariku untuk menyentuh bagian dari kontolnya itu, diapun segera bangun dan melotot melihatku, seperti marah dan tidak suka karena ulahku, segera aku meminta maaf sambil memberikan seyum.

Dia masih merasa kaget dan aneh, ada pria suka akan pria, tapi ku menegaskan bahwa aku napsu dan sangat ingin bersetubuh saat melihat dan memperhatikan dirinya, akupun jujur karena aku salah satu pria penikmat pria di dunia ini. Akupun suka akan menghisap dan di sodomi oleh kontol para pria, sedikit ku berjujur tentang diriku kepadanya, diapun seakan tidak mengerti, tapi aku menawakan kepadanya bagaimana jika untuk mencobanya, dia melihat kosong ke arahku, sambil ku terseyum dan tidak membuang waktu lagi, aku segera meremas kembali batang kontolnya, setelah ku buka celananya dan metarik keluar, kontol yang berlum disunat itu segera ku lahap dengan lidah dan mulutku sambil ku pergang erat oleh tanganku.

Sedikit bau khas pria kucium saat itu, tapi tidak mengurangiku untuk menghentikan napsu hisapan dari muluku, hingga gini kontolnya sudah masuk penuh di dalam mulutku, aku merasakan perbedaan yang cepat dari kontolnya ini, urat-urat yang keras dan batang yang membesar membuat aku semakin napsu dan liar untuk menghisapnya, sedikit dia menolak dan menahan kepalaku, tapi tetap kupaksaan hingga dia benar benar menikmati dan jatuh dalam birahi oleh ulah mulutku kepada kontolnya, kini dia membuka lebar bagian kakinya, hingga aku bisa melihat jelas kontol dan buah zakarnya yang bagus tepat di depan mukaku, kini dia merasa enak dan nikmat, setelah akhirnya dia dibuat telanjang dan birahi olehku, diapun segera menarik kepalaku keatas.

Terpikir dibenakku saat itu, apakah benar-benar dia ingin menghentikan ini semua, tapi itu tidak terjadi, benar nyatanya aku di suruh untuk masuk kedalam kontrakanya, selain tidak jauh dari dia memarkir mobil, akupun segera turun dan menaruh motor di halaman kontrakanya, setelah dia memastikan aman di luar, pintu kamarnyapun di bukakan dan kita masuk kedalam berdua, kini dia berbaring di atas kursi sambil membuka celana boxernya tadi, segera ku kunci dan ku matikan lampu, aksiku untuk membuat birahi diapun di lanjutkan kembali, sambil ku buka baju, kontolnya yang besar dan tegang itu membuat terlihat seperti yang sudah disunat, dirinya meyakinkan diriku untuk mau melakukan ini semua, sambil ku mengangguk aku segera menghisap kembali batangnya yang di sodorkan kepada mulutku, jermari ku tidak tinggal diam, pentil yang ada di dadanya dan tanganya yang berotot itu aku belai dan ku remas, ternyata dia menikmati semua permainanku, buah zakar yang ku telan satu demi satu dan muka yang ku raba terus-menerus itu seakan membuat dia pasrah dan sudah tidak kuat lagi menahan carian birahi yang membasahi mulut dan lidahku.

Kini ciran yang tercampur dengan liur di dalam mulutku aku telan habis sambil mengocok kontolnya yang berdenyut itu, aku menarik kedua kakinya ke atas, sedikit enggan dan canggung dia rasakan, tapi kini sudah basah semua bagian pantat hingga lubang duburnya, karena napsu dan birahi ini yang memuncak, aku sudah tidak memikirkan lagi bahwa itu kotor, walau terlihat bersih dan tidak berbau, bulu bulu di garis pantatnya semua layu oleh ulah lidahku yang membanjirinya, kini dia berdesah secara terus menerus, akupun memasukan jemariku kedalm anusnya, dia menolak dengan tegas, aku sadar akan itu dan aku tau bahwa pria ini hanya mencari lubang, hingga entah berapa lama ku habiskan air liurku di bagian tubuhnya, kini aku bangun dan membuka celana, segera keadaan kamipun telanjang bulat berdua, akupun duduk di atas kasur dan mengangkat kaki untuk memberitaukan bahwa aku siap untuk dia nikmati malam ini dan berharap dia segera menyodomi pantatku yang sudah berdenyut dari tadi.

            Setelah dia sadar bahwa diriku minta untuk di sodomi, segera dia menghampiri ku, tanganya mengambil lotion saset yang tergeletak di pinggil kasur itu, dan bantal ku simpan untuk mengangkat pantatku, supaya gampang dia memasukan kontolnya yang besar dan tegang itu kedalam lubang anusku, setelah dia melumuri kontolnya dengan lotion di tanganya kini kami basah oleh keringat masing masing, kontol yang besar itu di masukan perlahan olehnya kedalam anusku, sedikit ku dorong pantatnya oleh tanganku, kini masuk sudah semua batang dari kontol yang besar itu, sedikit perih dan sakit kurasakan membuat dia menahan sebentar untuk tidak menggesekanya, akhinya aku bisa nyaman oleh kontolnya dan terlihat ku sudah menikmati dan santai, kini dengan kasar dia meyodomiku, desahan yang keras semakin membuat aku menikmati dan terhanyut akan birahi kita berdua.

            Aku sadar bahwa pria perjaka ini baru pertama kami memasukan kontolnya kedalam lubang, hingga aku harus terus membimbingnya sedikit demi sedikit, tapi tanpa pelajaran yang panjang, kini dia pandai memainkan kontolnya di dalam lubangku, masih saja dengan kasar dia menghantam dan menikmati duburku, tanganku sibuk akan memaikan puting dan meraba badan serta tanganya yang dibuat untuk menopang tubuhnya di atas kasur, hingga ku rasakan cucuran keringat di dadaku, akupun menahan pahanya untuk menarik kontolnya dari anusku, berniat berganti posisi, dia tetap memekasaku untuk bertahan di posisi itu, apa boleh buat, aku kini pasar oleh ulahnya, merasa dia puas akan tubuhku, kini diapun menjulurkan lidahnya di dalam dadaku, sungguh nikmat yang tidak terbayangkan, kini keringatku yang tercampur oleh keringatnya menjadi landasan lidahnya yang liar itu, ku rasakan betapa geli dan nikmat saat dada hingga leherku di buat basah olehnya, aku segera mengangkat kepalanya dan menaruh di atas kepalaku.

            Kontol yang masi asik di lubangku, membuat aku tidak bisa menahan semua dari napsu dirinya, dengan niat ku ingin menikmati lidah dan bibirnya di mulutku, segera dia menancapkanya mulutnya di dalam mulutku ini, arom rokok dan rasa hangat membuat sensai tersendiri di mulutku, sambil terus dia menyodomi pantatku, aku peluk erat bagian badanya, sementara dia sibuk menciumiku, kontolku yang tergesek oleh perutnya mengeluarkan carian birahi dan membasahi badan kami berdua, aku merasa betapa kuatnya pria ini menyodomi pantatku. Dengan kasar dan terus-menerus dia menancapkan kontolnya di lubang pantatku ini.


            Akhinya kurasakan dia sudah mulai menuju kelimak, raut muka dan desahan yang mengeras membuat aku yakin bahwa itu sebentar lagi membawanya ke inti dari hubungan sek kita, masih dalam posisi berpelukan, aku menarik kembali kepalaya dan menjilati lidahnya sambil ku katakan bahwa diriku ingin menelan air peju dari kontolnya, setelah itu dia menarik kontolnya dan memeberikanya kepada mulutku , aku segera mengambil tisu dari kantong celanaku, setelah ku bersihkan segera ku hisap sambil ku kocok dengan cepat, diapun menggeram ke enakan dan memberi tau bahwa pejunya akan segera keluar, dengan sigap mulutku menelan habis kontolnya hingga ke kerongkonganku, dan ternyata, deras dari aliran peju di kontolnya terasa di lidahku dan muncrat masuk ke dalam kerongkonganku.

            Dia mengegrakan badanya sambil meraih kursi oleh tanganya, karena aku tau dia begitu sangat puas dan mnikmat, ku telan habis akhirnya semua peju yang banyak itu dari kontolnya, bukan hanya memenuhi rauang mulutku tapi sampai keluar dan membasahi dagu serta dadaku, seakan dia menahan mulutku dari kontolnya, aku tetap memaksa menghisap hingga dia benar benar lemas dan merasa kebal, akhinya ku lepaskan kontolnya yang masih tegang itu, gini aku mengocok di depan badanya sambil duduk di pangkuanya, dia aga sedikit risi akan perilaku saaat itu, tapi aku terus mengocok hingga muncrat semua peju di badanku dan mengenai beberapa bagian badanya, sambil ku raih pundaknya, aku merasa begitu puas dan tersalurkan akan birahi ku malam ini. Kontol yang menegang dan pantat yang berdenyut ini kini sudah terbayar oleh supir angkot ini.

            Tak lama dari itu dia menarik kepalaku dan melumuri kembali lidahku oleh liuirnya dan menghisp bibirku oleh bibirnya, sabil tanganya memeluk badanku yang lemas, kamipun beristirahat sejenak, dia menyuruhku untung tidur malam ini di tempatnya, setelah kita kembali dari kamar kecil, akupun tidur di sampingnya sambil memeluk dan memaikan kontolnya kembali. Sambil terus membayangkan dan terus menikmati sisa sisa hubungan sex kita, akhinya tidak lama dari kita tidur, dia meminta aku untuk mengulangi semua kejadian tadi kepadanya.

            Dengan senang dan suka rela, aku puaskan napsunya yang kedua dengan begitu liar, kini aku siap dengan permainan kasar temanku ini, hingga malam berganti pagi, kamipun habiskan berdua di kamar tanpa ada yang menggangu. Segera ku pamit dan pulang, setelah kontolku terpuaskan dan pantatku termanjakan, aku kini sudah siap-siap untuk kembali belajar di kampus. Sambil terus melihat mukanya di handphone ku, aku masih saja menikmati sisa – sisa kenikmatan bedua bersamanya.

            Sampai kini kami masih sering berhungungan walau sering kasar dan liar aku tetap menikmati dan melayaninya, walau aku berpikir apakah dia berubah menjadi seperti diriku semenjak malam itu, atau hanya membuat diriku sebagai pelampias dan budak napsunya, tapi aku tidak pernah mempertanyakan kepadanya, walau jujur aku main sex bukanhanya dengan dirinya sendiri tapi hanya dia yang membuat aku bisa main sampai berkali kali sehari bahakan setiap aku merasa birahi, di saat dia senggang dan santai di kamar kontrakanya. Maaf  jika aku lancang memeberitukan cerita ini kepada orang lain, semoga dia tetap mau mengantam pantatku oleh kontolnya, terima kasih TOMS.

From; GendutGempal

Read More →

Kenikmatan Teman Sendiri

Daerah yang dingin ini merupakan tempat aku sekarang bekerja, karena panggilan yang mendadak akupun harus segera mencari tempat tinggal yang tidak begitu jauh dari tempat ku bekerja. Roni nama asliku, sudah hampir satu bulan ini aku pindah kota, walaupun masih buta akan jalan dan daerahku sekarang, setelah aku mendapatkan tempat tinggal sementara akupun berusaha bergaul dengan orang sekitar, jalan demi jalan aku hapalkan. Penjaga warkop, tukang ojek di pengkolan, penjual warung nasi di sebelah dan beberapa yang sering kusapa akhirnya berkenal dekat denganku.

            Hujan deras dari sore tadi membuat ku sedikit kedinginan di dalam kamar, berniat keluar untuk mencari minuman hangat, akupun segera mengambil payung dan melangkah menuju warkop di pudunan jalan. Sampai disana hanya ada si bapa penjaga yang biasa sendiri, setelah memesan akupun bersantai sejanak sambil memainkan hp yang ku bawa di saku celanaku, twit demi twit dan inbox di fb aku balas satu persatu. Karena aku pria bisex sudah wajar sepertinya aku memiliki 2 akun yang bebeda pada setiap situs sosial.

            Tak lama dari ku membalas semuanya, masuklah seorang pria bertubuh besar yang kehujanan dan basah kuyup, sambil menggigil dia memesan sama seperti diriku kepada bapa penjaga warung kopi yang sedang asik menonton tv, ku perhatikan sejenak sepertinya dia orang baru di daerah ini. Karena akupun merasa kesepian pada saat pertama kali ke daerah ini, akupun berniat mengajak menyapa dan ngobrol kepadanya. Ternyata benar dugaanku, pria asal bali ini sedang mencari kerja karena di tepat yang dulu dia di pecat dengan alasan yang tidak masuk akal.

            Sedikit menyedihkan dengan cerita yang kudengar dari dia, pria ini tidak hanya di keluarkan dari tempat kerjanya, ditinggalkan oleh istinya dan di campakan keluarganya itu adalah semua hal yang sedang dialaminya, dengan modal pas-pasan dia berniat untuk mencari dan merubah dirinya dari awal. Setelah minuman ku habis, ku ajak dia untuk menginap di kamarku, ya itung-itung menemaniku. Diapun menerima ajakanku, setelah membayar semua minuman akupun segera mengambil payung dan kami keluar menuju kostanku. Di perjalanan ku dari warung tadi sampai ke kostaku, aku cukup dekat dengan pria yang baru ku kenal ini, karena hujan yang cukup deras dan payung kami hanya satu, aku bisa memperhatikan pria diasampingku ini, entah apa yang membuat diriku seakan ingin memeluknya, jiwa yang tanpa rasa gini menjadi birahi, bulu bulu tipis di pipinya dan kumis yang membuat seakan dia terlihat dewasa membuat diriku menjadi salah tingkah. Dengan model rambut satu centi dan kulit sawo matang membuat pikiranku semakin berhasrat kepada pria berperawakan cukup besar ini.

            Sampailah di depan gerbang, kamipun melangkah menuju kamarku di lantai 2, di lantai ini baru terisi 3 kamar dengan jeda 1-2 kamar kosong. Ku buka kunci dan segera kuambil handuk, semenrara dia masih aga malu dan terdiap di depan pintu kamarku, ku tarik tanganya yang basah itu agar masuk kedalam, akupun merasakan bulu tangan yang begitu lebat, seakan aku diberi bonus oleh kesempatan ini, akupun segera mempersilahkan dia untuk membersihkan diri di kamar mandi terlebih dahulu, setelah dia masuk dan menyimpan barang bawaanya di dalam lemari, sedikit pikiran nakalku muncul secara tiba-tiba, ingin rasanya melihat badanya yang besar itu bugil di mataku untuk dapat ku nikmati

            Setelah terdengar dia sedang mandi, akupun segera berusaha melihat apa yang ada di dalam kamar mandiku saat itu, lubang kunci yang kecil seakan membuat diriku semakin penasaran dan ingin terus melihat kedalam, badan yang gempal padat dan berisi itu sedang di basahi air dan di lumuri sabun dari tangan pria yang ku kenal dari bali ini, dadanya yang lapang tanganya yang berotot dan kaki yang kuat seakan membayar keinginaku, tapi dari semua yang kulihat satu yang menyita perhatiaku, batang kontol yang lemas dan berukuran cukup besar membuat lidah ini tidak mau diam, serentak dengan birahi dan napsuku yang keluar, hidup pula kontolku yang sudah mulai menegang ini. Sungguh pemandangan yang indah dan tidak ingin kulewati.

            Dengan keadaan ku masih mengintip dan penuh napsu, akupun segera mengontrolnya, malu dan takut akan ketahuan olehnya, segera ku kembali keatas kasur dan mengunci kamarku, kunyalakan tv dan aku mulai bersantai, taklama pria yang bernama Anton itu keluar dan datang kehadapanku, dengan hanya menggunakan handuk yang ku berikan, jelas ku lihat badan yang kekar dan sexy serta raut muka yang dewasa membuat aku seakan terdiam sejenak dengan pemandangan ini. Segera dia mengambil celana dan baju di tas yang ada di dalam lemari itu. Masih dalam keadaan ku menikmati setiap detail badanya, dia segera membelakangi ku dan membuka handuk putih yang di kenakanya, lekuk badan dan garis pantat serta bulu-bulu di pahanya itu membuat tangaku tidak tahan untuk menyentuh dan mencengkramnya.

            Kusuruh untuk bersantai di sampingku, setelah dia menaruh handuk di tempatnya kembali, akhinya dia duduk di sampingku, dengan seyum dia bertrima kasih, karena diriku sudah mau menerima di kost ini dan berperilaku ramah kepadanya, rasanya dia berhutang budi kepadaku, ku bantah semua perkataan itu, karena aku meraskan bagaimana keadaan dia sekarang, akhinya kita bersantai dengan di temani rokok dan acara di tv, ku suruh dia untuk tidur di sisiku, malam menunjukan pukul 10 lebih, tersadar ku melihanya ternyata dia sudah tertidur pulas, mungkin karena kecapean seharian berjalan, akhinya segera ku matikan tv dan lampu kamar.

            Selimut yang hanya ada satu inipun aku bagi berdua bersamanya, tapi mata dan pikiranku sedang menginginkan sesuatu darinya, kulihat dia sedang telentang dengan posisi kedua tangan dibelakang kepala, kuliat jiplakan badanya yang sexy dan kuat itu, diriku yakin dia rajin berolah raga, kulit yang kencang dan urat yang keras semakin  membuat diriku tau kebiasaan dia waktu dulu. Kuposisikan badan menuju kasur dengan kepala melihat mukanya, perhatian demi perhatian tertuju kepada pria bali ini. Apakah ini kesempatan bagiku, napsu yang sudah pudar itu kembali menguasai diriku, bagaiaman caraku untuk menikmati ke elokan tubuh temanku ini, karena cuaca yang dingin diluar aku berpura-pura untuk memeluk badanya dengan tangan kananku, ku tutup mata segera agar dia mengiraku sedang tertidur, tapi apa yang kuterima, ternyata dia hanya diam saja tanpa reaksi apapun dari ulahku.

            Karena posisi tanganku sedang berada tidak jaug dari ketiaknya, kurasakan bulu tipis dan lekukanya begitu nikmat, napas yang keluar dan aroma kas pria dari hidung dan ketiak yang ku cium saat itu seakan aku semakin ingin menyantap tubuhnya, semakin kudekatkan badan ku walau saat itu hati sangat takut dan malu, akupun akhinya bisa memeluknya dengan erat tubuh besar dan kuat ini, pikiranku yang terus terbayang-bayang bercinta denganya ini membuatku tidak sadarkan diri, ternyata dia sudah terbangun dari tidurnya dan sedang memperhatikan mukaku dan ulahku kepada tubuhnya.

            Akhinya ku membuka mata dan melihat mukanya, betapa kaget dan sungguh malu sekali saat itu dan segera ku lepaskan genggamanku dari badanya, dengan berusaha ku terseyum kepadanya, diapun membalas senyumanku itu, tanganya yang kuat segera mengambil badanku dan memeluknya dengan erat, perasaan aneh dan kaget serta takut saat itu terbayar sudah dengan apa yang dialakukanya kepadaku, mulutnya yang basah mencium dan menghisap lidahku, aku rasakan begitu nikmat, lidah dan liurnya yang masuk kedalam mulutku kini membuat aku birahi dan hanya bisa terdiam serta mulai menikmati awal permainanya, ternyata berawal dari keberanianku akhinya aku mendapatkan apa yang ku inginkan dari tadi.

            Dengan posisi masih dia atas kasur, dia dengan lahap dan napsu menciumiku, tidak hanya bibir dan lidah terlinga dan pundaku kini basah oleh perbuatan lidahnya. Sementara tangnya mulai masuk ke dalam celanaku dan meraih pantatku, aku sudah pasrah akan napsu temanku. Dia menyuruhku untuk membuka semua yang kukenakan tanpa satupun, dengan posisiku berdiri, segera lidahnya mencium dan menjilati pantatku, di tarik kedua kakiku dan dibungkukanya badanku, kini lubang duburku menjadi sasarnya, desanku yang keluar mambuat raut muka yang penuh napsu itu semakin liar membasahi dan menjamah pantatku, kontolku yang menegang dan sudah keras ini pun menjadi bahan kocokan tanganya, tepian duburku dan pantaku yang dia hisap terus menerus, seakan membuat diriku tidak bisa menolak kenikmatan yang menghampiriku.

            Masih kunikmati sapuan demi sapuan lidahnya, kini dia memintakuu untuk berbalik, kontolku dihisap dan di telan masuk semua kedalam kerongkonganya, sungguh beruntung nasibku, napsu dan birahi ini bisa aku lampiaskan kepada pria yang sedang melayani ku saat ini, sambil dia berusaha membuka pakaianya, jemarinyapun diamainkan di dadaku, puting dan dadaku kini jadi bahan pelampisanya, semakin saja birahiku memuncak sehingga cairan napsu pun keluar dari lubang kontolku dan tercampur oleh air liurnya, walau masih dalam mulutnya yang haus akan batangku, kurasakan dia menghisap terus dan menelan apa yang baru ku keluarkan, lidah gigi dan ruang mulutnya seakan memanjakan kontolku yang menegang ini, akhinya kini kita berdua telanjang bulat tanpa ada sehelai benangpun.

            Badanya yang kekar di telentangkan di atas kasur, seakan dia meminta pembalasan dari ulahnya kepadaku tadi, tak lama akupun segera memanjakan lidahku di dadanya, dada yang kuat dan berotot itu gini ku penuhi dengan air liur sendiri yang keluar trus dari sapuan lidahku, kontolnya yang menegang keras dan membersar itu takluput dari tanganku yang sudah gatal ingin memainkanya, ku pengan semua bagian demi bagian tubuhnya dengan napsu ini, desahan kini keluar dari mulutnya, jelas dia menikmati semua yang kulakukan kepadanya, hingga gini lidahku mendarat di perutnya yang sedikit gempal ini, ku cium dan ku jilati dengan lidah ini, sampai dengan bulu kemaluan yang habis tak tersisa oleh mulutku, batang itu kini sudah di dalam mulutku dengan posisi ku memaju mundurkan kepalaku, kedua tangannya kini menarik dan mencelupkan kepalaku kedalam kontolnya, aroma kemaluan dan urat yang keras itu semakin ku rasakan di tiap tiap bagian mulutku, buah zakar dan pahanyapun tak lepas dari incaranku.

            Segera dia beranjak dan mengambil dompetnya yang berada di saku celana yang tergantung di kamarku, aku tau dia akan mengambil alat pengaman, syukurlah jika itu terjadi, walau bagaimanapun dalam hubungan alangkah baiknya jika kita bersikap aman. Kuraih dan ku pasang kondom itu ke dalam kontolnya, seakan dia masih ingin merasakan mulutku untuk menghisap batangnya kembali, tanpa perintah segera kontol yang sudah terpasang kondom itu kini ku mainkan kembali di dalam mulutku bersama lidahku yang terus menerus menjilati urat dan kepala kontolnya yang sudah berdenyut-denyut, tanganya kini mendorong ku hingga diriku tertidur diatas kasur itu, kakiku diangkanya dan diaganjalnya punggungku oleh bantal yang dia ambil di sampingnya. Perlahan kontol besar itu dimasukan kedalam anusku, kurasakan mulai dari kepala batang hingga gini masuk semua kontolnya di dalam lubangku, sedikit rasa pedih dan sakit ku rasakan saat itu.Aku menahan dan berusaha untuk menikmatinya.

            Dengan menyakinkan diriku sudah merasa nyaman, segera dia memelukku erat sambil mecium bibirku dan menghisap lidahku yang terbuka ini, segera dia gesekan maju mundur badanya seiring dengan kontolnya yang terus menyodomi lubang pantatku, desahan kita bedua karena kenikmayan yang terus menerus membuat badan kita penuh akan keringat, kontolnya yang besar itu kini masuk dan keluar dengan cepat di dalam pantatku, urat urat dan rasa hangat begitu terasa di duburku,  nikmat dan birahi yang penuh akan napsu ini seakan membuat diriku dan dirinya tidak dapat menahan semua rasa ini. Lidahnya yang meraih telingaku sementara diriku yang meraih pantatnya oleh kedua tanganku untuk terus meminkan kontolnya di lubangku membuat aku sudah tidak ingat apa apa, dan hanya merasa akan terpenuhi hasrat dariku oleh perbuatan temanku ini.

            Kini dia membuat diriku untuk duduk di pangkuanya, sambil ku masukan kontol kedalam lubangnya, giliranku sekarang untuk memanjakan kontolnya oleh lubangku, ku naik dan turunkan pantatku sambil terus saling berpelukan dan saling menciumi bibir masing masing, ku rasakan begitu nikmat dan puas, segera dia menarik badanya dan badanku yang masih tertancap pada kontolnya, kini dia menahan tubuhnya ke dinding tembok kamarku, sementara aku masih menikmati kontolnya di dalam pantatku, dia segera memberitahukan bahwa pejunya yang mau keluar sudah tidak bisa di bendung lagi, segera ku lepas dari isapan duburku, kini kondom yang dikenakan sudah tidak menepel lagi di kontolnya, dengan jemariku yang meraih dada dan pentilnya yang keras, ku hisap kembali kontolnya yang sudah ingin mengeluarkan aliran peju itu, benar nyatanya tak lama dari mulutku bermain dengan kontolnya ku rasakan derasnya cairan peju yang keluar dan kini memenuhi mulutku, aku tidak terbiasa akan menelanya. Tapi muncratan akan peju yang hangat dan berwarna putih itu membasahi badanku dan masuk kemulutku berkali-kali.

            Dengan desaha yang terus keluar karena napsu dan birahinya yang sudah tercapai melalui peju yang ada di mulutku ini sekarang, dia segera memintaku untuk mengeluarkanya di kedua tanganya, cairan peju yang kental dan air liurku sekarang dia lumuri di kontolku yang tegang dan sudah ingin merasakan sama dengan temanku ini, dengan muka yang masih birahi dia segera mengocok dan memaikan jari tanganya di duburku, 3 jari tangan kini masuk kedalam duburku yang sebelunya teroleskan air penju miliknya dan air lirku, seakan membuat diriku sudah tidak kuasa lagi, kini dengan mulutku yang membritahukan dia bahwa aku sudah mau mencapai kelimak, segera dia menarik tanganya yang tadi secara terus menerus mengocok kontolku, mulutnya segera menghampiri dan menghisap habis kontolku yang berujung dengan keluarnya cairan putih hangat sama seperti milik dirinya, seiring desanku ku karena kenikmatan yang benar benar tidak bisa terbayar oleh apapun, masih dalam keadaan jari di dalam duburku, kini dia menelan habis semua yang aku keluarkan tanpa menyisakan sedikitpun.

            Raut muka yang senang dan puas akan hubungan ini jelas nampak di muka kita masing-masing, hingga akhinya kami saling berpeluk erat dan dia menciumi ku dari leher hingga bibirku yang terus mendesah oleh kenikmatan yang baru aku rasakan. Sampai diujung kita lemas berdua di atas kasur, karena keringat dan udara menjadi panas, kamipun berdua segera menuju kamar mandi untuk saling membersihkan diri.

            Akhir dari semua yang kualami dengan dia, ternyata Anton menjadi patnerku bersenggama selama aku di kota itu, hampir dua kali seminggu aku melakukan hubungan terlarang ini bersama dia, karena kini dia sudah mendapat pekerjaan yang merasa cukup untuk dirinya, akupun segera kembali ke kota asaku karena masa kerjaku sudah habis. Setiap bulan kita sering bertemu entah dia menuju rumahku di kota ini atau diriku yang menyempatkan datang ke kota diaman dia tinggal sekarang, walau tidak ada hubungan antara kami yang serius, aku Roni dan dia Anton menjadi sahabat yang kini masih saling berhubungan hingga cerita ini ku kirim kepada temanku.

Read More →

Kenikmatan Tukang Becak

Sepulangnya aku dari rumah temanku, tak terasa malam sudah semakin larut, jalanan sepi dan berkurangnya angkutan umum membuat diriku terpakasa harus berjalan menyusuri jalan ini sendirian, seperti tidak ada tanda –tanda kehidupan pada saat itu, memang daerah temanku tinggal berada di kabupaten, hanya beberapa motor saja yang melewat itupun cukup jarang aku temui, biasanya ada tukang ojek yang mengantarku samapai terminal di bawah, tapi entah kemana dia malam ini, cuaca dingin dengan hembusan angin yang terus menerus menemaniku membuat diriku menarik ke atas steling jaket dan memasukan tanganku ke saku celana.

Masih saja kaki ini melangkah, cukup jauh memang hingga aku sampai di terminal angkutan umum yang biasa aku mendapatkan angkutan umum untuk sampai ke rumah ku. Hingga akhinya di pertengahan jalan ku melihat ada warung kecil yang masih buka dengan satu pembeli. Berniat untuk membeli rokok, akupun menuju ke warung kecil itu dan membeli beberapa batang rokok untuk menemani ku selama perjalanan.

Terlihat ada seseorang yang sedang asik duduk di atas kursi yang tidak jauh dari warung itu, di sebelah dia duduk, ada beca yang sedang di parkirkan, entah siapa pemilik beca ini, tapi sepertinya pria yang sedang santai itu adalah pemilik beca tersebut, akupun bertanya kepada pemilik warung, ternyata pria bertopi yang sedang asik dengan kopinya itu adalah mang beca yang biasa mangkal di warung ini. Akupun berniat menyewanya untuk mengantarku sampai aku ketemu angkutan umum atau lebih bagusnya dia mau mengantarku sampai terminal di bawah sana.

Kusapa dia sambil menanyakan apakah mau mengantarku ke terminal, dengan sigap dia berdiri dan kembali bertanya kepadaku arah yang mau dituju, setelah negosisasi harga dan kesepakatan, akhinya aku naik beca itu dan berjalan menuju arah terminal, syukurlah aku bisa ada tumpangan walau saja masih jauh jalan yang ku tempuh, tapi setidaknya aku tidak menghabiskan waktu berjalan dengan kakiku sendiri. Sepertinya tukang beca yang aku temui ini baik, selama perjalanan dia sangat ramah kepadaku dan selalu menemaniku dengan obrolnya, supaya tidak terasa sepi dan jenuh mungkin, kulihat pria yang berkulit sawo matang ini sepertinya masih muda, sekitar umur 34 dan memiliki tinggi yang tidak jauh dengan diriku.

Sempat ku melihat kearah belakang, aku melihat begitu jelas jiblakan kontolnya di celana jeans yang dia kenakan, tanpa sadar dan masih saja dia mengajak ngobrol diriku, aku tetap memperhatikan tonjolan itu terus menerus, hingga membuat birahiku naik dan napsu ini muncul seiring dengan mengerasnya kontolku. Dapat kurasakan celana ku tidak seperti biasanya, mungkin dari menegangnya dan mengerasnya kontolku, akupun memotong pembicaran yang dia lontarkan kepadaku.

Aku pria berumur 27 tahun dengan berat 85kg dan tinggi 178 sedikit berotot karena diriku suka mengunjungi tempat olah raga yang tidak jauh dari tempat diriku tinggal. Sedikit ku menanyakan apakah dia sudah berumah tangga dan memiliki anak, tukang beca yang berada di balakangku pun segera menjabawanya, dia hanya tinggal bersama teman-temanya yang berpropesi sama seperti dirinya, karena dia belum mendapatkan uang dari malam, mangka dari itu dia berniat mencari penumpang di tempat warung tadi.

Istrinya dan anaknya jauh di kampung, dia tidak bisa membawanya kesni karena tempat tinggal yang tidak memadai, terlintas di pikiranku, bagaimana jika dia sedang birahi seperti diriku saat ini, siapa yang menemani melampiaskan hasratnya ?, sedikit aku malu untuk menayakan itu kepadanya, dia hanya menjawab bahwa jikala ada waktu dan birahinya sedang naik, tangan dan sabunlah yang menjadi temanya, sambil tertawa dia mengungkapkan itu kepadaku.

Dia membalasku dengan bertanya, apakah diriku sudah memiliki istri, malu rasanya dan akupun segera menjawab bahwa diriku sedang fokus terhadap pekerjaanku saat ini, aku menekankan bahwa aku masih senang hidup sendiri, aku masih merasa banyak teman dan keluargaku yang bisa membuatku tidak bosan untuk menjalani hidup ini. Seakan dia membalas pertanyaanku tadi kepadanya, aku pun membalas bahwa jika aku sedang birahi, aku lakukan sama seperti dengan dirinya, syukur-syukur jika ada teman mau pria atau wanita aku siap saja untuk melayani dan di layani, walau tetap mataku tertuju pada batang kontol yang masih tertutup oleh celana itu.

Tak menyangka dengan ungkapan dari mulutnya, ternyata pria ini yang aku kenal dengan nama Asep, dia pernah bersetubuh dengan seorang pria, walau sudah cukup lama itu terjadi tapi dia merasa begitu nikmat dan tidak bisa melupakanya bahkan dia masih ingin melakukanya lagi, tanpa malu dan basa-basi dia mengatakan bahwa lubang pantat pria itu sangat enak karena bisa menghisap kontolnya, sedikit ku mendengarkan perkataanya tadi, seakan diriku di beri lampu hijau olehnya, segera ku raih tonjolan di belakangku ini ku elus dan ku pegang sambil ku bertanya, apakah dia mau mempraktekan itu kepada diriku.

Sedikit dia malu dan menyanjung diriku, karena dia merasa tidak pantas untukku, akupun segera meraih paha dan perutnya sambil mengatakan bahwa aku sedang ingin bercinta malam ini, jujur karena suasana sepi dan pemandangan dari celananya membuat napsu di diriku seakan minta di lampiaskan, Asep pun memberhentikan becanya di pinggir jalan, sambil dia turun dan melangkah menuju arahku, dia menyakinkanku untuk mau melakukan hubungan sex dengan dirinya, sambil membuka sleting celana dan menonjolkan kepala kontolnya kepada diriku, betapa kagenta diriku, besar dan keras itu keadaan kontolnya sekarang, seakan memintaku untuk memeganya, tanganku yang dingin ini pun segera meraih dan mencekram batang kontolnya itu.

Sedikit ku sadar betapa bagusnya barang yang dia miliki, aku bertanya kepadanya, benda apa yang ada di dalam batangnya ini, dengan seyum kecil kepada mukaku, dia memberitau bahwa itu adalah tasbih untuk memuaskan vagina wanita, tak hanya satu tapi 3 buah yang kurasakan tanganku saat itu, sedikit ku pastikan jalanan masih sepi, aku bertanya kembali kepadanya dimana kita bisa memulai permainan ini, kembali ke kursi becanya dengan posisi kontol yang terbuka dia mengajakku ke sebuah gubuk di salah satu daerah yang belum aku tau dimana itu letaknya, karena aku sudah dikuasai napsu dan birahi, akupun tetap duduk di posisiku sambil memegang dan sesekali mengocok kontolnya dari arah belakangku.

Sepertinya duburku belum pernah mendapatkan kontol seperti ini, dengan perasaan yang masih menggebu-gebu dan sudah tidak tahan ingin meraskanya, akhinya kita sampai ketempat yang dia maksud itu, gubuk yang kecil mengarah ke sawah yang jauh dari jalan besar dan dari rumah penduduk sekitar, sepertinya tempat ini pas dan cocok untuk menjadi tempat permainan kita. Segera dia turun dan menyuruhku mengikutinya untuk masuk ke gubuk itu, tak lama dari itu dia segera duduk dan menurunkan celana panjangnya tanpa menggunakan celana dalam, saat itu aku bisa melihat dengan jelas batang kejantanan tukang beca ini memang besar dan panjang di tambah 3 buah tasbih yang seakan menarik perhatianku untuk segera menikmatinya.

Tanpa banyak buang waktu, segera aku hisap dengan lidah dan mulutku, ku rasakan keras akan otot dan batangnya yang sudah besar dan memanjang ini, seakan semakin membuat diriku menjadi lebih merasa birahi dan napsu, dengan liar aku perlihatkan gayaku memainkan lidah di batang kontolnya, rasa hangat dan bau khas pria ini membuat aku semangat untuk mengulum, menghisap dan menjilat semua batang kontol dan bulu bulu yang ada di hadapanku saat ini. Buah zakar yang ikut mengeraspun tak luput dari basahnya air liur mulutku.

Begitu nikmatnya aku dengan kontol baru ini, butiran tasbi yang ada membuat aku semakin beringas untuk terus memanjakan tukang beca ini, desahan demi desahan puhun terdengar dari mulutnya, kini tanganya meraih kepalaku dan badanya mengangkat sedikit, seakan mulutku menjadi luabng yang siap dihantam dan di gesek oleh kontol yang keras ini, sampai beberapa kali dia menahan masuk kedalam kerongkonganku, tersendak dan ingin muntah pun tidak bisa aku kelak, tapi itu seperti membuat dia dan diriku asik dengan kejadian yang terus menerus sampai ku rasakan cairan birahi masuk kedalam mulutku.

Berbeda dengan biasanya, cairan birahi ini cukup banyak aku telan, terpikir ini adalah peju miliknya, akupun tarik mulutku dan ku perhatikan lidah serta kontol yang terus berdenut, dia menyakinkan bahwa dirinya belum mengeluarkan seteres peju, yang aku telan itu hanya cairan birahi seiring betapa napsunya tukang beca ini karena ulah lidah dan mulutku. Sambil terseyum kembali mulutku yang liar ini melakukan tugasnya, kini aku merasa begitu besar kontol di mulutku, hawa dingin yang kini menjadi panas semakin mejadikan diriku semakin lepas kendali.

Kini dia meraih badanku, dihisapnya mulut dan lidahku dengan kasar, tanganya memelukku sambil meremas pantatku, aku dibuay olehnya saat ini, dengan pasrah ku berikan semua tubuhku untuk dia nikmati, masih dalam lidahku dan bibirku di kulum oleh mulutnya, kini jemarinya masuk kedalam baju kaosku, dada dan putingku di remas dan di tarik terus menerus, aku hanya bisa mengikuti permainanya dan menikmati setiap yang dialakukan kepadaku.

Kini tangan satunya meraih masuk kedalm pantatku, tanpa banyak basa-basi, luabngku dimainkan oleh jemarinya yang kasar itu, aku rasakan jari tengah andalanya kini sudah masuk di lubang duburku, serentak dengan desahanku kepadanya. Aku seperti di belenggu oleh napsu dan birahi yang semakin menggebu-gebu, tanpa perintah aku buka semua pakaianku serta celanaku, kini aku telanjang penuh di depanya, kembali dia memujiku, mungkin karena badanku yang bersih dan terawat, seakan dia mendapatkan barang bagus baginya. Kini dia memintaku untuk menungging, sadar bahwa dia ingin menjilat pantatku, segera aku naik ke atas dan memberikan pantaku yang sudah haus ini kepada mukanya, lidah dan air liur miliknya kini sudah membasahi semua pantat dan lunbang duburku, aku sangat menikmati setiap dia memainkan lidahnya di sekiat anusku, bahkan ketika dia menghisap lubangku dan memasukan jarinya kedalam.

Sungguh aku tidak menyesel bertemu dengan nya, pria yang memuaskan ku ini ternyata pintar dalam berhubungan, kini tanganya meraih kontolku yang sudah menegang, tak hanya itu lidah dan mulutnya begitu rakus akan menghisap dan menjilay seluruh bagian kontolku, jembutku pun dibuat basah olehnya, semakin saja diriku tidak bisa menahan begitu nikmatnya pria ini, hingga tak sadarkan diri, kini dia memasukan bantang kontolnya ke dalam anusku dengan begitu kasar, dia menahan mulutku dengan memasukan jarinya untuk aku hisap, sementara kontolnya di gesekan terus menerus secara kasar di anusku, dada dan mulutku pun penuh akan permainan jari jari tangnya. Sesekali aku menggigit karena merasa sakit di bokongku, tapi dia menampar pantatku dengan tanganya dan kembali menggenjot luang anusku.

Tangnya kini merik dadaku hingga aku berdiri membelakangi dirinya, kontol yang masih dalam emutan anusku, membuat diriku di sodomi sambil berdiri, sungguh di luar rencana, akupun hanya bisa menikmati dan pasrah kembali dibuatnya, Sambil mengocok kontolku dan menghantam duburku, dia menjilati telingan pipi hingga kembali menghisap mulutku, semakin panas yang kurasakan, cucuran demi cucuran keringan pun sudah membasahi kita berdua. Benar benar nikmat dan kuat pria ini, kini aku menjadi budak napsu dari tukang beca ini, aku berpikir, apakah dia melakukan hal yang sama waktu itu seperti yang aku rasakan sekarang.

Sampai entah berapa lama aku rasakan, kini dia memintaku untuk tidur di depanya, sekrang kakiku diangkat keatasnya dan lubangku dibasahi oleh liurnya, kembali dengan sangat kasar kontolnya yang masih tegang itu di masukan kedalam anusku, aku hanya bisa menjerit kesakitan tapi segera dia menutup mulutku oleh mulutnya. Sambil terus meremas dadaku dan mengocok kontolku, dia meyodomiku secara brutas, urat-urat dan kerasnya kontol itu sangat aku rasakan menggesek dinding anusku, hingga aku sudah tidak kuat untuk menahan peju yang muncrat seiring desahan kerasku kepadanya, di tahan kedua tanganku sambil terus mengocok kontolku yang sudah basah kini oleh pejuku sendiri, raut muka di wajahnya sangat terlihat begitu menikmati, sekrang di tariknya kontolnya yang masih saja tegang itu dari anusku, ceceran peju di perut dan tanganya dia oleska kekontolnya hingga basah semua, tak lama dari itu dia tancap kembali untuk mengesekan kontolnya di anusku.

Sungguh kenikmatan tiada tara, sangat beruntung dan puasnya diriku malam ini, kini dia memelukku erat sambil menghisap leher dan telingaku, aku tau dia sudah mencapai kelimak, ternyata benar, kini kontolnya dia lepaskan dari anusku, sambil terus di kocoknya kontol yang besar berurat itu mau mengeluarkan pejunya, tapi aku meminta untuk dia kelurakan di dalam anusku, sambil terus mengocok dan tak lama dia berdesah yang dalam, kini kontolnya dia masukan kemabali ke anusku, dengan tangan di buluku dan di pentilku, aku rasakan muncratan peju yang hangat itu kini sudah masuk kedalam dan memenuhi ruang duburku, entah berapa kali dia mengeluarkan carian itu, hingga kontolnya yang belum lemas itu keluar dan dia masukan kembali sambil di gesekan di dalam anusku, tetesan keringat dan cengkraman tanganya sangat ku rasakan, desah demi desahan dan raut muka yang begitu sangat puas akan hubungan sex ini membuat diriku berpikir sepertinya dia sudah lama tidak melakukan hubungan ini.

Hingga akhirnya kita berbaring berdua di dalam gubuk ini, tersadar di pikiranku setelah beberapa menit beristirahat karena merasa lemas dan sangat cape, aku lihat jam di tanganku dan segera menggunakan pakaian kembali, sambil aku sibuk merapihkan pakaianku, dia memintaku ku untuk kembali lain waktu, segera aku menjawab dari pertanyaan itu, kapanku dia mau aku siap melayani napsu liar yang kasar itu, bahkan dia menawarkan temanya yang tidak kalah kuatnya dari dia untuk sama sama menikmati tubuhku, sambil ku meminta dia agar mengantarku menuju terminal, aku anggukan kepala sambil terseyum dan melangkah menuju beca yang di parkir di depan jalan itu.

From : GendutGempal

Read More →

Kenikmatan Ayahku

Aku jalani kehidupan ku ini seperti anak SMA pada umunya, sibuk karena persiapan untuk ujian akhir, hampir setiap malam aku belajar setelah selesai makam malam bersama keluargaku di rumah. Deni namaku, selain belajar dan sekolah aku pun sempat membuat usaha kecil - kecilan untuk membantu orang tuaku membayar uang sekolah, walau tidak lama aku menjalaninya. Ya benar bapaku sudah tidak bekerja semenjak masa PHK tahun lalu, dalam keadaan sulit itu bapak tidak pernah mengeluh dan tetap bersuaha memberi yang terbaik untuk kami sekeluarga.

Walau bapak hanya lulusan SMA tapi cita-cita dan keinginanya untuk menguliahkan ku sangatlah besar, semua bapak usahakan demi kelanjutanku di jenjang sekolah, akupun tau kerja keras bapak selama ini kepada diriku, dengan memberikan hasil yang memuaskan setiap pembagian rapot dan bersikap baik di sekolah serta di rumah, itu semua aku lakukan untuk membuat hati bapak senang dan bangga memiliki buah hatinya yang diharpkan bisa menjadi suskse kedepanya, tak berbeda dengan ibuku, beliau sangat berjasa dalam hidupku.

Ayahku berumur 48 tahun sementara ibuku berumur 45 tahun, mereka menikah tua entah karena apa atau alasan tertentu, akupun tidak pernah meilhat adik atau kakaku sampai aku menulis cerita ini. Benar aku anak satu- satunya dari pernikahan mereka walau semenjak kecil sampai sekarang aku di manjakan, aku berusaha tetap tidak menjadikan itu sebagai alasan utuk mendapatkan apapun dari kedua orang tuaku. Semenjak aku di bangku sekolah dasar, diriku merasa ada yang berbeda, ketertarikan ku tidak hanya kepada lawan jenis, tetapi sesama jenis pun sempat ada dan aku rasakan. Berawal dari aku menyukai sampai ada perasaan aku menyayanginya, aku membantah diriku bahwa diriku menyukai sesama jenis, tapi betapa kuatnya rasa birahi ini terutama melihat pria dewasa atau umuran tua yang aku lihat disekitar tidak dapat aku pungkiri.

Walau aku tetap menjaga dan merahasikan ini dari semua, napsu ini kadang tidak bisa di bendung, nyatanya saat bapaku sedang berada dekat di sisiku, karena bapa sering menggunakan celana pendek, tidak jarang aku suka mencuri curi pandang untuk melihat kontolnya dan buah zakar yang menjendol dan menjiblak di celana bapaku. Jujur badan bapaku gempal seperti badan pria tua lainya sehat dan sedikit berlemak, bulu bulu tipis di tangan kaki dan dadanya sempat membuatku sangat penasaran dan birahi, tidak hanya itu saat ada kesempatan bapakku mengangkat kedua tanganya napsukupun langsung naik ketika melihat jelas ketiak bapa yang berbulu hitam itu, tidak hanya pernah tapi sering aku membayangkan aku dapat bersama bapaku untuk saling menikmati tubuh kita di dalam kamar berdua.

Mencoba untuk mengintip bapa di kamar mandi dan berpura-pura mengambil barang di kamar bapa saat bapa mengganti pakaian adalah saat dimana kesemptan baik untuk ku, memang aku aga nekad untuk melakukan seusatu, walau aku tetap menjaga situasi dan melihat kondisi, kejadian itu sangat membuat diriku puas, tapi perasaan ini terus menggebu-gebu, memaksa untuk melakukan yang lebih sampai aku bisa merasakan dan mendapatkan apa yang aku mau, kontol hitam milik bapaku ini sangatlah istimewah bagiku, dengan bulu kemaluan yang tipis berwarna hitam pekat serta buah zakar yang besar dalam keadaan lemaspun aku melihat begitu besarnya dan kuatnya batang kontol milik bapaku ini, entah kapan aku dapat melihat kontol bapaku dalam keadaan tegang dan dapat kunikmati.

Sampai suatu hari, ibuku kembali ke kampung karena nenek / ibu dari ibuku sedang jatuh sakit, semnetara aku sibuk dengan sekolahku dan bapa menjaga rumah, akhinya ibu pergi sendiri dan berencana untuk tinggal beberapa hari di sana. Entah dari mana pikiran ku saat itu, saat pulang kerumah dari sekolah, siang itu aku segera masuk ke kamar dan berganti pakaian, berniat untuk pergi kedapur, aku melihat bapa sedang santai membaca koran di ruang tamu, akupun segera menghampiri dan menawarkan pijat kepadanya. Hujanpun mulai turun dari mendung tadi saat aku masih di sekolah. Tanpa menolaknya bapaku menerima ajakan itu, karena aku sering memijat bapa ketika ada waktu luang.

Saat bapaku rebahan dan aku siap untuk memijit, napsu birahi ku seakan memuncak dan memberikan ide-ide gila untuk aku lakukan, seperti biasa aku pijat dari kedua kakinya dengan mengoleskan minyak, akupun tidak kuasa untuk menikmati setiap bagian-bagian tubuh bapaku sendiri, urat-urat dikaki dan pahanya sangat aku nikmati, dalam keadaan kontolku tegang dan napsu birahi ini terus naik, aku sarankan bapa untuk membuka bajunya dan celenanya sampai dia hanya menggunakan kolor berawarna putih, bapaku melakukan itu semua mungkin karena tidak ada persaan atau pikiran negatif kepadaku, sementara aku sedang berusaha untuk bagaimana membuat bapaku bisa aku nikmati seutuhnya.

Terbawa oleh permbicaraan santai kita berdua, bapakupun sangat menikmati pijatan dari tanganku ini, dia tidak merasa canggung atau risi dari awalku memijat kaki paha dan pantatnya, betapa puasnya aku saat dimana aku terus menerus memijat dan menikmati badan bapaku sendiri, dalam selingan selingan pijat itu aku sempatkan untuk memaikan jari di sela sela pantat dan pahanya, sungguh bagus sekali badan badapku ini di pikiranku, sampailah akhirnya aku memijat tanganya, kepalan tangan yang kuat dan otot yang sedikit berlemak semakin membuat diriku tidak karuan, apalagi saat dimana aku bisa memijat ketiak dan menyentuh bulu bulunya, aroma yang keluar dari ketiaknya sungguh benar benar jantan dan membuat diriku ingin menjilati dengan lidah ku yang sudah tidak kuat menahan lagi, sayang sekali jika aku menyelesaikan sampai disini pijatanku.

Inilah puncak dari apa yang aku inginkan kepada bapaku, karena situasi sangat mendukung dan hujan belum reda, aku pun segera memijat bagian dada dari bapaku, tanpa ada reaksi apapun aku terus memijat dari dada perut sambil sesekali aku memaikan jariku kembali di puting bapaku, tidak hanya satu, dua puting bapaku secara bersamaan aku mainkan dengan jariku ini, aku menikmati setiap puteran-puteran kedua jariku ini, dari keadaan puting masuk kedalam hingga keadaan puting bapaku sekarang yang telah terbangun dan keluar, sungguh puas diriku bisa melakukan ini lagi kepada bapaku, aku lihat bagian perut dan pusarnya, semakin membuat birahiku menjadi sangat besar. Bulu tipis yang menuju ke dalam kontolnya sangat ingin sekali aku jilani dengan lidahku ini.

Dengan hati yang berdebar dan napsu ini sudah sangat besar, akhinya aku memberanikan diri untuk memijat dan mengelus bulu itu, takut akan keadaan berubah, akupun segera menghentikan dan melepaskan itu semua dari tanganku, tapi apa yang aku lihat sangatlah berbeda, reaksi seakan bapaku tidak melarang membuatku semakin berani untuk menyentuh batang kontolnya dengan perlahan, aku elus dan mainkan kontol itu dari luar celana dalamnya tetap bapa tidak memberikan reaksi yang membuat aku untuk menghentikan perbuatanku itu, hingga akhirnya aku masukan jari tanganku semua dan memegang penuh batang dan kepala kontol milik bapaku. Seakan mendapatkan ijin, lalu kubuka semua celana dalam bapaku, ternyata benar kontol yang aku impikan selama ini bisa aku nikmati jelas dengan mataku tanpa ada halangan apapun, kulihat bapa hanya terseyum tipis di bibirnya, akupun segera melahap semua kontol dan batangnya kedalam mulutku, aku hisap dan aku jilat tanpa ada satu bagianpun yang terleawatkan.

Segera aku membuka semua pakaianku hingga kami berdua telanjang di kamar itu, bapakupun segera memeluk ku dan mencim mulutku yang sudah basah oleh liur bekas menghisap batang miliknya, kamipun saling memaikan dada dan puting secara bergantian, kontolku yang sudah tegangpun segela di kocok oleh bapaku, aku meminta untuk melakukan saling oral kepada bapaku, tanpa membuat waktu posisi 69 pun kami lakukan, aku hisap habis kontol bapaku ini, dengan ku gerakan kepala maju dan mundur akupun memeluk erat kedua kakinya, sama dengan apa yang aku lakukan, bapakupun melakukan hal yang sama kepada kontolku, dari bau has kontol dan bulu bulu di sekitarnya aku sangat menikmati dan terus aku laukan. sedikit kurasakan bahwa ada cairan yang keluar dari kontol bapaku, walau sedikit menjijikan tapi itu habis aku telan sambil terus menggerakan kepala ku maju dan mundur. Aku merasa penantianku selam ini akhinya bisa terbayar oleh apa yang sedang aku lakukan sekarang, benar rasa kontol orang dewasa dan hisapanya sangat lah membuat aku tidak berdaya. Lidah liar bapaku seakan terus menjilati batang dan buah zakarku sambil sesekali memasukan jarinya ke dalam lubang pantatku, tidak ada pikiran apapun saat itu hanya menikmati dan saling dinikmati saja yang ada. Hanya sebagian dari batang bapaku yang aku bisa telan dan masuk ke dalam mulutku ini, sementara milikku semuanya bisa dilahap oleh bapaku, takhanya itu, bapakupun menjilati kedua buah zakarku dan menuju ke lubang patatku yang sudah kembang kempis dari tadi.

Aku tau walaupun bapaku seperti ini, beliau tetap pria yang menykai lubang, hingga akhinya aku mengerti dan berinisiatip untuk memanjakan kontolnya dengan memberikan lubang pantat perawanku kepada bapaku, jujur saja samapai saat ini, hanya bapaku lah yang pernah menikmati tubuhku seutuhnya, segera aku mengambil lotion di meja rias ibuku, akupun langsung mengolesi semua bantang kontol bapaku yang sudah sangat tegang dan merah yang sebelunya aku terus isap sampai masuk kedalam kerongkonganku. Bersiap bapa untuk menyodomiku, akupun dengan sangat takut dan napsu memberikan pantat itu kepadanyam, perlahan sakit yang sangat sekali aku rasakan, tetapi bapa sangatlah lihai sepertinya, hingga tidak lama aku merasakan bahwa kontol bapaku sudah masuk sepenuhnya kedalam duburku ini.

Benar-benar pertama kali aku melakuakan ini semua, berpikir sejenak apa inikah rasanya menjadi bot/anal saat kita melakuakan hubungan sesama jenis (PRIA), tapi apa mau dikata, bapaku sudah memaju mundukan badanya sambil terus menggesekan kontolnya yang kuat dan besar itu di dalam lubang duburku. Betapa perih dan sakitnya aku tetap tahan demi memuaskan diriku dan kontol bapaku, karena tau akan anaknya kesakitan bapaku segera memelukku dan menciumi bibirku untuk membuat aku tetap menikmati permainanya.Ternyata benar, aku sangat menikmati dan sangat sangat puas dibuat oleh bapaku sendiri, selepas bapaku mencium leher dan menjilati putingku, diapun segera mengocok kontolku dengan tanganya, sementara tangan satunya di berikan kedalam mulutku yang terus dari tadi mendesah keenakan, sepeti memberi isyarat bahwa tak lama lagi pejunya akan keluar, aku pun segera merentangkan kaki dan membuat peju di dalam kontolku siap untuk keluar.

Akhirnya dengan perlahan bapaku menarik kontolnya dari lubang duburku, walau aku masih merasa ingin di gesek oleh kontol bapaku, dengan keadaan keringat dingin dan saling penuh napsu birahi akupun segera menahan pantatnya dengan kedua tanganku, aku meminta beliau untuk mengeluarkan pejunya semuanya di dalam lubang pantatku, segera bapaku merunduk dan memelukku erat, saat lidah dan mulutku habis di hisap oleh bapaku, aku rasakan ada yang mengalir deras di dalam lubang pantatku ini, rasanya begitu luar biasa, seiring dengan desahan keras yang keluar dari mulut bapaku, aku pun segera memeluk erat kembali badanya yang basah karena kerikat kita berdua.

Dengan napas yang terpatah-patah, bapaku tetap memeluk dan menciumi tanganku, masih dalam keadaan kontol di dalam duburku, bapakupun segera mengocok kontolku untuk mengeluarkan peju nya di perutku, tak lama dari itu, sama seperti apa yang baru bapaku lakukan, akhinya pejuku keluar dan muncrat membasahi semua perut dan dadaku, aku rasakan betapa nikmatnya saat itu, kontolku yang tegang dan basah itu masih tetap di kocok oleh tangan bapaku, tidak kuasa aku karena masih menikmati keadaan ini, akhinya bapaku menarik semua kontolnya dari duburku, seiring kita dalam keadaan berpelukan dan saling memainkan lidah satu sama lain.

Kejadian ini hampir aku lakukan sampai dimana ibuku kembali kerumah dan melakukan aktifitas seperti biasa, walau bapaku tidak pernah meminta dan menwarkan akan hal itu, aku pun sendiri tetap menjaga napsu birahiku yang kadang keluar dengan sendirinya, semua itu aku dasari karena aku malu dan takut akan ibuku mengetahui apa yang terjadi saat minggu lalu.

Akhinya akupun bisa menjadi orang yang dapat membalas semua jasa dari kedua orang tuaku, tidak hanya dengan perilaku, semua hasil keringatku bekerja aku berikan kepada orang tuaku untuk kehidupan sehari-hari di rumah, Aku sendiri berpisah rumah karena kerjaan yang membawaku sampai kelain kota, walau napsu terus ingin melakuakn hubungan, tapi tetap tekadku bulat bahwa aku tidak akan memberikan dan memberanikan melalukan selain dengan bapaku sendiri, walaupun aku sadar ini semua merupakan larangan dalam kehidupan, tapi ... sudahlah semoga apa yang aku alami  ini semua hanya diriku yang menjalani dan merupan cerita dari bagian hidupku.

From : GempalGendut

Read More →

 

Copyright © 2012 HEAVEN OF MEN | Powered by Blogger