Aku, Sahabatku dan Istrinya #3

Peristiwa threesome Andru, istrinya dan Erick tidak bisa dilupakan. Sepertinya sudah tahun lalu. Erick sedang memeriksa sebuah email yang ada attach beberapa foto bayi. Ya, sebulan setelah kembali dari tugas kantor Erick sempat ditelepon kalau Bon-bon, Istri Andru sahabatnya sudah hamil. Kalian bisa menebak bayi siapa yang tumbuh di rahim Bon bon. Namun semua itu akan menjadi rahasia bagi rumah tangga Andru-Rida bon bon dan juga Erick.
Sedari awal keluarga sahabatnya akan merahasiakan ini dan apapun yang terjadi maka anak yang akan lahir adalah anak mereka. Namun berbeda dengan Erick. Ternyata dia tidak bisa mengingkari kalau dia merasa bahwa darah dagingnya ada di sana. Darah dagingnya dengan Bon bon. Banyak penyelidikan yang dia lakukan karena dia sangat penasaran tentang anak itu.

"Ndru, anakku lagi apa?" telepon Erick suatu siang.

Dia merasa kangen sekali dengan anaknya yang dilahirkan Bon-bon apalagi setelah tahu dengan pasti kalau si bayi ternyata bergolongan darah O sama dengan darah si ibu. Andru bergolongan darah AB. Seorang AB yang kawin dengan O maka secara teori genetika akan menghasilkan 50% anak bergolongan darah A dan 50% anak yang dilahirkan B. Nol persen untuk O atau AB.  Sedangkan kalau golongan darah O kawin dengan darah B maka ada dua kemungkinan 100% B semua atau 50% O dan 50% B.

Rida bergologan darah O sedangkan Erick bergolongan darah B. Nah ketika Sefia dilahirkan ternyata bergolongan darah O maka hampir bisa dipastikan kalau dia adalah anak Erick dan bukan Andru. Meskipun secara perjanjian dan perkawinan adalah anak Andru dan Rida, namun Erick tidak bisa memungkiri kalau dia ada andil. Kalau Sefia sebetulnya anak Erick.

"Heh! Erick dengar ya... jangan sampai sebut seperti itu lagi. Sefia adalah anak kami. Dia bukan anakmu. TAHU!! NGERTI??!!" Andru merasa emosi.

"Wooiii sabar broo..."

Andru sama sekali tak menyangka kalau Erick banyak berubah semenjak berpisah kost dahulu. Waktu satu kost sifatnya tidak selicik ini. Orangnya baik dan cenderung pemalu. Tidak macam-macam, paling pol cuma nonton bokep bersama. Namun setelah menjalin kontak lagi selama setahun terakhir ini Andru jadi mengerti sifat Erick yang sudah berubah seratus delapan puluh derajat.

"Kamu sebenernya maunya apa sih?" semprot Andru.

"Hei Ndru, kenapa kamu begitu emosi? Aku bantu kamu. Semua ini permintaanmu. Semua juga atas persetujuan kamu. Kita pun melakukannya bersama sama... ingat?!"

Andru terdiam.

"Kalau aku sekarang menganggap Sefia sebagai anak apa salahku? Toh aku tidak mengambilnya dari kalian, kan?"

"Tidak. Ini tidak benar!"

Andru merasa kalah semenjak kehamilan Rida bon bon setelah 7 tahun perkawinannya tanpa  menghasilkan keturunan. Usaha membuahi rahim istri selama 7 tahun tanpa hasil tetapi saat Erick memberikan benihnya sekali saja Rida langsung hamil pada bulan berikutnya.

Sekarang Andru sangat takut, sangat, kalau Erick akan membuka ini semua dan menghancurkan kebahagiaannya. Kebahagiaan ditinggal orang yang dicintai Rida dan anaknya Sefia. Andru menganggap kalau kata-kata Erick adalah teror baginya.

***

Inilah pangkal kisah yang menyebabkan 'perseteruan' Andru dan Erick dari sahabat menjadi musuh dari dalam selimut.

Sewaktu itu mereka selesai melakukan threesome. Andru dan Erick masuk ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan hajat. Tubuh Andru mendekat ke tubuh Erick. Tentu saja mereka masih telanjang bulat.

"Aku tahu kamu adalah gay" bisik Andru sangat dekat ke telinga Erick.

Erick kaget dan tak menyangka sahabatnya akan mengetahui kalau dia gay, penyuka sesama. Dia masih diam menunggu kata-kata Andru selanjutnya.

"Erick, asal kamu tahu... aku ingin sekali merasakan seperti apa bersetubuh dengan pria"

HAAAHHHH!!!!

Andru memeluk dan mencium pipi Erick. Sempat Erick meragu. Menolak atau menyerah. Seandainya dia menyerah berarti membenarkan pernyataan Andru. Namun jika tidak dia melewatkan satu kesempatan yang dia inginkan. Erick masih menunggu dalam pelukan Erick tanpa bergerak.

"Ndru.. aku..."

Erick tak mampu meneruskan kata-katanya karena Andru sudah menyumpal mulutnya dengan hisapan bibir. Sempat gigi Andru beradu dan mempunculkan bunyi 'tuk'. Andru menghisap bibir Erick seperti yang diinginkan Erick.

Andru mengambil air dan menyiramkan pada tubuh mereka. Rasa segar meliputi tubuh mereka berdua. Bibir mereka tetap menempel. Tentu saja tujuannya adalah agar Bon bon tidak curiga dengan aktifitas mereka. 
"Rick, cepat masukkan kontolmu ke lubangku..."

Andru melirik kontol Erick yang sudah menegang panjang. Andru membungkuk dan melebarkan  pantatnya. Erick mengarahkannya ke lokasi itu. Namun air telah menghilangkan sebagian banyak sperma di kontol Erick. Sehingga sekarang batang kontolnya terasa kesat dan sulit masuk lubang tanpa pelumas.

Andru merasakan pantatnya sulit untuk dimasuki karena tidak licin. Lalu dan dia mengambil pelumas. Dia dan istri biasa menggunakan apabila libido mereka naik dan pasangan sedang tidak  bersama. Andru mengoleskannya pada batang Erick dan juga pada pantatnya. Lalu sekali lagi dia menyiramkan air beberapa kali pada kepalanya.

Erick memaksakan kontolnya. Untung saja kontol Erick tidak sebesar kontol Andru. Kalau kontol Erick juga besar pasti robek lubang pantat Andru.

"Aaaakkkhhh..." Andru menjerit tertahan menerima kontol Erick.

Dia ingin menyudahinya tapi di sisi lain dia ingin merasakan nikmat itu. Untuk menghilangkan rasa sakit dan meredam jeritnya dia menyiramkan air berkali-kali ke kepalanya.

Langsung saja Erick menusukkan lebih dalam. Pantat Andru memang perawan. Sangat beda rasanya dengan para botom yang sudah biasa menikmati tusukan. Ini sangat mencengkeram ibarat rem sangat makan hehehe...

Erick sangat bernafsu menikmatinya. Ini lebih nikmat daripada memek si Bon bon tadi. Segera Erick menggenjot dengan sangat cepat. Dia tahu waktunya tidak banyak hanya setengah jam.  Kalau tidak mungkin Bon bon akan curiga.

Andru merasakan perih yang menerjang di lubang pantatnya. Dia menahan perut Erick dan berdiri. Segera saja kontol Erick tercabut dari lubang Andru.

"Sakit Rick... sudah lah... cukup aku merasakannya"

Erick mendekat dan mencium pipi Andru dengan sayang.

"Ndru sebaiknya kita keluar dari kamar mandi dan teruskan di ruang lain saja"

Byur... byur!

Andru tahu Erick masih sangat bernafsu. Di pihak lain dia masih penasaran dengan rasa nikmat seperti di bokep yang pernah dia tonton.

Erick keluar dari kamar mandi terlebih dahulu. Dia lalu mendekati Bon bon yang masih menggantung kakinya ke tembok supaya sperma Erick segera bertemu dengan sel telurnya. Erick segera mengenakan pakaiannya lagi. Sambil mengancingkan baju dia mendekati istri sahabatnya itu.

"Semoga cepat jadi ya..."

Lalu dengan berani dia mengecup dahi dan bibir Bon bon. Saat itulah Andru keluar. Pertama dia kaget tapi dia membiarkan. Apa artinya kecupan ini dibanding persetubuhan mereka tadi. Erick berlaku agak kikuk.

Erick melihat Andru, tersenyum (yang diartikan Andru sebagai senyuman iblis) lalu keluar dari kamar. Andru sempat terhenyak dan bertanya dalam hati 'benarkah itu sahabatnya dahulu?'

Di luar kamar Erick sedang menghabiskan minuman yang disajikan oleh Bon-bon tadi. Itu adalah minuman yang berisi bubuk perangsang. Erick tahu dari Bon-bon sendiri. Awal-awal dia sempat chating dengan Bon bon. Dari situlah Erick juga tahu kalau Andru tidak mengeluarkan sperma di liang istrinya. Dia juga tahu kalau bon bon membubuhkan bubuk perangsang karena disuruh oleh suaminya. Ini juga diketahui Erick sekali lagi setelah peristiwa berikut ini.

"Rick kita jalan-jalan yuk..."

Andru lalu berteriak ke arah kamar.

"Jeng aku antar Erick dulu ke hotel. Mungkin agak malam pulangnya. Kalau kamu lelah tidur dahulu saja. Aku bawa kunci kok..."

"Jangan nakal ya masss...!!" balas istrinya dari dalam.

Andru tersenyum memandang Erick.

"Yuk...!" Andru merangkul Erick tapi melepaskannya ketika akan keluar dari pintu.

Di dalam mobil Andru mereka mulai mengobrol. Andru meminta dengan sangat agar Erick tidak lagi mengingat peristiwa tadi dan tidak membicarakannya dengan siapa pun. Andru juga ingin agar apabila ada seorang anak yang dihasilkan maka Erick tidak menganggap anak itu sebagai anaknya tapi anak Andru.

Sesampai di kamar hotel, Erick mengunci pintu dan memeluk Andru. Erick mendorong Andru dan menindihnya di atas tempat tidur. Erick lebih agresif sekarang. Tentu saja. Sepanjang perjalanan ke hotel dia sudah tersiksa karena obat perangsang itu.

"Sebenarnya kamu inginkan aku dan bukan istriku, kan?"

Erick tersenyum dan mencium Andru. Satu yang Erick herankan adalah bahwa Andru sangat menikmati percumbuan dengannya.

"Kamu biseks ya...?" begitu cecar Erick.

"Entahlah... mungkin hiperseks" elak Andru.

Andru menjelaskan kalau dia kecanduan sex semenjak akil balik dahulu. Tapi dia mengaku ini adalah pertama kali dia melakukannya dengan seorang pria.

Segera Erick tidak melewatkan kesempatan menikmati sahabat lamanya itu. Sahabat yang sudah didambakan tubuhnya sejak mereka masih satu kost. Dahulu Erick hanya bisa mengintip Andru onani dari kamar mandi sekali atau dua kali. Selebihnya membayangkan tubuh Andru dalam lamunan yang selalu diakhiri dengan semprotan sperma di sebuah kain khusus.

Kini yang lama didamba dan dia kira tak akan tercapai sudah tergolek telanjang bulat. Siap untuk dinikmati. Meski memang tubuh Andru sekarang tidak sebagus sewaktu masih mahasiswa. Sekarang lebih gempal dan sixpacknya sudah berubah menjadi onepack.

Tak ada salahnya kita untuk bermimpi karena kalau tidak setahun mungkin lima atau tujuh tahun lagi akan tercapai.

Erick pun segera menelanjangi dirinya. Lalu dia naik ke tempat tidur hotel dan menindih tubuh sahabatnya. Dia memeluk dan menciuminya. Andru mengelus-elus punggung Erick dan mencoba menikmati dan menemukan nikmatnya disetubuhi pria. Dia masih belum bisa terangsang kontolnya masih lemas meskipun sudah bertindihan begini. Erick pun tahu tapi dia tidak peduli satu yang dia inginkan adalah mengentoti Andru dan menyelesaikan yang dia hasratkan semenjak tadi. Sebenarnya dia juga heran kenapa nafsu sexnya berlipat dari biasanya.

Erick coba merangsang Andru dengan ciuman di leher dan telinga. Lalu juga menjilati pentil Andru. Andru menolak sewaktu Erick menggigit pentil putingnya. Erick beralih dengan menjilati dan menghisap kontol Andru. Ini menghasilkan sedikit reaksi. Sementara Andru agak frustasi karena ternyata dia tidak bisa menikmati ini semua.

"Rick, sudah ya... aku..."

Erick tak mau semua ini berakhir dia melumat bibir Andru agar tidak mengatakan maksudnya  lebih jauh. Erick tahu kalau Andru benar-benar lebih berselera dengan wanita daripada dengan dirinya. Namun bagi Erick penolakan adalah sesuatu yang menyakitkan. Tidak satupun botom yang tidak takluk pada dirinya. Baginya, Andru kini adalah botomnya.

Nafas Erick semakin berpacu. Dia harus menggunakan momen ini sebaik-baiknya . Sementara itu obat perangsang dari minuman yang disajikan Rida menggandakan nafsunya.

"Rick... aku..." Andru mencoba mencegah ketika Erick mengangkat kakinya.

Namun suaranya teredam dengan 'cuih'. Ludah Erick yang banyak untuk melumasi pantat Andru. Sementara dalam dirinya dia merasa kurang enak karena telah membuat Erick menjadi manusia gila seks begini.

'Pasti karena reaksi obat perangsang' pikir Andru.

Jadi dalam pikirannya dia akan membiarkan Erick memuaskan hasratnya sekali lagi.

Sengatan sakit hebat pada saat kontol Erick yang panjang mencoba menembus lubang sempit Andru. Tangannya mencegah Erick lebih dekat dengan menahan di dada dan perut Erick yang  sixpack.

"Kamu santai Ndru... atau kamu sakit"

Andru yang kurang paham tentang anal sex menurut saja. Dia mencoba menarik nafas dari hidung dan membuangnya dari mulut mirip orang sedang melahirkan. Tak banyak membantu. Dia coba untuk membayangkan seperti apa rasa istrinya ketika dimasuki kontolnya. Istrinya selalu menjerit dan mengatakan sangat menyukai saat dimasuki.

Rasa pegal menyerang lubangnya tapi Andru tahu kalau suatu benda sedang masuk ke sana. Sekarang dia merasa penuh di sana. Reaksinya adalah dia ingin membuang yang mengganjal itu. Seperti saat kita ingin membuang kotoran.

"Ah ah ah..." Erick mengerang keenakan.

Dia memajumundurkan pingganngnya mengentoti pantat sahabatnya. Wajah Andru berubah dari mengkerut kesakitan menjadi mulai menikmati. Dia merasa batang kontol Erick menyentuh suatu titik yang membuat nikmat. Erick tahu Andru menikmati itu karena kontol Andru mulai tegak mengacung. Yah secara top Erick telah berhasil menguasai dan membuat Andru menjadi botomnya.

Andru sekarang lebih rileks dan menikmati nikmat yang baru selain mengentoti memek istrinya.Dia menikmati dientot oleh sahabatnya. Dia meremas sprei seperti saat Rida sedang menikmati orgasme. Waktu itu dia juga berpikir akankah dia menikmati orgasme seperti wanita?

Kenikmatan itu terus memuncak. Kontol Erick sangat pas panjangnya menyentuh titik kenikmatan pria yang disebut gspot. Andru sempat kaget melihat kontolnya tegak berayun-ayun seirama sodokan Erick. Dia tidak memusingkan itu. Dia kini mendapatkan yang diinginkan, rasa nikmat kontol pria seperti di film-film yang pernah ditontonnya.

Crot crot crot.... Andru menyemprotkan sperma yang banyak ke atas dan berlumeran ke kontolnya sendiri. Kontolnya masih berayun-ayun... masih tegak.

Tiba-tiba dia merasakan gerakan yang berbeda dari Erick dan ada rasa hangat di dalam lubang. Rupanya Erick pun orgasme. Mulutnya menganga mengejang. Kepalanya ke atas menikmati nikmat tetes nirwana. Tubuhnya yang memerah bergetar. Kepalanya basah oleh keringat bertetesan. Ya, kamar itu menjadi sangat panas karena semenjak masuk mereka lupa menyalakan AC.

Erick menindih tubuh Andru sementara kontolnya masih menancap di sana. Andru mengelus punggung Erick lagi dan juga kepalanya.

"Thanks ya Rick. Kamu hari ini baik sekali..."

Erick menyeringai di samping pipi Andru. Air mata Andru menetes. Air mata yang menyatakan bahwa dia kini sudah menjadi gay. Satu kata yang dahulu dibencinya. Satu kata yang dia capkan pada teman-teman sok suci yang tidak mau tidur dengan ceweknya karena belum menikah. Satu  kata buruk setingkat banci. Itulah dirinya sekarang.

***

Berhari-hari dia merasa nyeri hingga jalannya seperti anak habis sunat. Dia bilang ke istrinya kalau dia terkena ambeien. Oh ya, obat ambeien juga ampuh untuk mengobati luka di dubur. Andru tidak mungkin mengakui kalau dia juga disodomi oleh Erick.

Andru baru mengindentifikasi rasa kalah saat istrinya tidak datang bulan. Saat tespack kehamilan menyatakan bon-bon positif hamil. Dia bahagia tapi dia merasa lara juga. Dia sudah mengira kalau ini adalah benih Erick meskipun setelah peristiwa threesome dia juga tetap menggauli istrinya seperti biasa. Sangat menyakitkan saat menelepon Erick tentang ini. Dia mencoba bersikap bahagia dan menerima selamat dari sahabatnya. Selamat yang menurutnya lebih ke ejekan.

Entah karena bawaan bayi atau rasa kurang senang kepada sahabatnya. Dia sangat cemburu ketika tahu bahwa Rida sering chating dengan Erick. Dia melarang istrinya tidak sering-sering berhubungan dengan Erick. Andru cemburu berat. Dia merasa Erick sedang mendekati istri dan ingin menghancurkan keluarganya.

Andru menceritakan semua perasaannya kepada sahabatnya dokter Marvel. Marvel adalah dokter kandungan tempat mereka berkonsultasi. Dia mengatakan kalau Erick adalah pacar lama Rida dia tidak mungkin membongkar semua konspirasi thresomenya. Marvel dan Andru sering bertemu di lapangan tenis. Marvel menjadi bertanya-tanya sebenarnya apa yang salah dengan pengobatan

Marvel adalah dokter kandungan tempat Andru dan Rida berkonsultasi. Mereka masih seumuran. Dokter Marvel enak diajak konsultasi.

"Mas, dokter Marvel itu ganteng sekali ya..." begitu selalu diucapkan Rida sepulang berkonsultasi.

Andru jadi merengut.

"Tapi tetap saja aku milih kamu kok, mas..." ujar Rida merayu.

Sumber : Onani17

Read More →

Aku, Sahabatku dan Istrinya #2

Erick bertemu Andru teman lamanya. Dia meminta bantuan Erick untuk mendonorkan sperma agar istrinya segerah hamil. Di rumah Erick mengajak menonton bokep di kamar. Saat Andru sedang berganti celana di depan pintu kamar mandi, kamar mandi terbuka.

Sesudah pulih dari kekagetan, Bon-bon maju mendekatiku. Jantungku berdebar kencang. Terus terang ini pertama aku berhadapan dengan wanita. Bukan sembarangan namun dalam keadaan pakaian seminim ini. Mungkin malam ini akan terenggut keperjakaanku.

Tangan Rida yang putih dan lentik terasa dingin menyentuh dadaku lembut sekali. Turun menuju perut sixpacku. Aku merasa menggigil. Aku menengok ke Andru lalu ke Bon-bon dan ke Andru lagi. Mereka tampak tenang. Andru menikmati tontonan live yang cuma berjarak beberapa meter darinya.

Tubuh putih Bon-bon yang langsing dan mulus hanya terbalut baju mandi tanpa dalaman lagi. Jaraknya tinggal beberapa senti dari tubuhku. Aku bisa melihat puting susunya yang coklat tampak melenting tegang ke depan. Ya aku melihat dari sela baju mandi yang dipakainya.

Bon-bon menarik celana Andru yang menutupi kemaluanku. Segera aku menutupi dengan telapak tanganku. Tubuhku mulai menampakkan reaksi berbeda dengan yang seharusnya terjadi. Telapak tangan dan kakiku dingin dan tubuhku bergetar. Aku jadi grogi luar biasa didekati seorang wanita. Aku merasa sangat malu.

Aku menatap Andru dan Bon-bon berkali-kali. Panik. Aku tau Andru menangkap sinyal itu. Lalu dia maju dan memeluk istrinya dari belakang. Andru menciumi leher istrinya. Lalu mereka bercipokan. Cipok terpanas seperti film barat. 

Tangan Andru menelusup ke dalam baju mandi istrinya dan meremas-remas dada Bon-bon. Aku sempat terkesiap saat payudara Bon-bon yang putih mulus itu dikeluarkan dan diremas-remas di depanku. Tampaknya Bon-bon juga sama sekali merasa tidak malu ditonton begini. 

Lengan Andru yang kekar berpadu dengan dada Bon-bon yang putih membuatku... ah sedari tadi masih tegang kok... sama sekali tidak melemas bahkan saat ketakutan (atau itu gairah?)... wah jangan-jangan aku sudah berubah jadi biseks, pikir Erick. Aku tegang juga melihat dada Bon-bon.

Andru menaikkan alis beberapa kali. Dia mengajakku untuk bergabung dengan kode satu tangan. Telapak tanganya lurus dan menekuk dua atau tiga kali tanpa disadari istrinya. Agak bingung juga tapi kenapa tidak dicoba.

Kudekati mereka yang masih asik bercumbu. Nafas Bon-bon mulai terengah tak teratur. Tanda dia sudah sangat terangsang. Entah dengan cumbuan suaminya, entah karena desahan suara bokep, dan entah mungkin juga karena ada aku yang telanjang di depannya.

Telapak kiriku masih menutupi kontolku yang sudah tidak cukup untuk ditutupi. Sementara tangan kananku menggapai dada Bon-bon perlahan. Tangan kanan Andru meraih telapakku dan meletakkan di dada istrinya. Kulitnya terasa sehalus sutra. Aku jadi gamang, menikmati kulit di bawah telapak tanganku atau di atas. Tangan Andru terasa agak kasar tapi kuat serta hangat...

"Oooouuhhhmmmm......"

Bon-bon melenguh dan mengangkat kepalanya nampak sangat nikmat. Andru menciumi leher istrinya. Sangat jantan sekali dia menggauli istrinya. Aku juga ingin diciumi begitu. Tapi tak mungkin dalam keadaan ini. Mungkin kalau aku menciumi leher istrinya kami bisa bertemu. Paling tidak aku bisa merasakan bekas cukuran di pipi Andru. Hmmm...

Aku menciumi leher Bon-bon. Andru beralih ke telinga. Aku kejar ke telinga melalui pipi. Andru beralih ke tengkuk Bon-Bon. Sementara si korban ciuman dua lelaki menjerit-jerit merasa sangat nikmat karena disukai dua lelaki sekaligus. Aku sempat meraih bibir Bon-bon tapi tak lama. Aku yang merasa risih. Lebih enak bibir pria kurasa... Aku beralih ke telinga satunya dan pada saat bersamaan Andru juga ke arah itu. Bibir dan pipi kami sempat bersentuhan


Buat Andru mungkin tak ada artinya. Namun buatku itu sangat-sangat berarti karena bisa menggandakan gairahku dalam percumbuan ini. Sementara Bon-bon sangat bernafsu ingin memegang kontolku yang akhirnya memang dia berhasil. Dia mengelusi, menggenggam dan mengocoknya berkali-kali. Aku pun merelakannya. Rasanya tidak seenak digenggam tangan pria tapi okelah. Mungkin dia biasa menggenggam dan mengocok kontol suaminya.

Andru membuka baju dan celananya. Sementara aku menarik tali baju mandi Bon-bon dan menelanjanginya. Kini kami bertiga sama-sama telanjang bulat. Buat Erick tubuh wanita telanjang adalah biasa. Dia justru sangat tertarik dengan tubuh telanjang Andru. 

Tubuh Andru sangat lelaki dengan onepacknya... ya sekarang setelah menikah dia kurang memperhatikan penampilan. Tapi meskipun one pack senjatanya mengacung besar. Tampak sangat perkasa. Aku tak bisa memperhatikan kontol Andru secara detail karena harus menggauli Rida Bon-bon. Erick tak mau ketahuan kalau perhatiannya lebih besar kepada kontol daripada kepada memek Bon-bon.

Andru mengajak istrinya ke tempat tidur. Aku hanya mengikuti di belakangnya. Aku tidur dan menyaksikan mereka berforeplay. Tepatnya aku lebih memperhatikan Andru yang begitu bernafsu terhadap wanita. Kalau mendengar ceritanya tentang bercumbu sudah beberapa kali. Namun ini pertama kali dia mempraktekkan langsung di depanku. Tidak kalah menarik dari bokep di layar TV datar di depanku itu.

"Ayo, Rick dinikmati loh suguhannya jangan dibiarkan dingin...." katanya hanya mendongakkan kepala.

Maksud Andru aku dipersilahkan menikmati istrinya juga. Huh! tidak tahu saja dia. Aku lebih senang kalau menikmati Andru daripada Bon-bon. Kuakui Bon-bon menarik dan tubuhnya juga seksi. Tapi semua itu tak menggairahkan aku. Justru tubuh Andrulah yang aku perhatikan. Aku hanya menantikan saat-saat Andru mengajakku mengentoti istrinya bersama. Itu artinya kontolku akan bertemu dengan kontolnya.

Andru menjilati memek istrinya dengan sangat nikmat. Sementara aku demi kebaikan bersama menjilati dan menggigit puting Bon-bon. Ini membuatnya mengerang dan menggelinjang berkali-kali sehingga dia mengangkat pantatnya. Akibatnya beberapa kali pula bibir Andru terbenam dalam memek istrinya.

Erick jadi berpikir untuk menjilati bibir Andru. Tapi apa ya pantas? Bagi lelaki penyuka lelaki ini sangat pantas. Tapi Andru kan penyuka wanita. Pasangan lesbi mungkin akan melakukannya dan lelaki tetap bergairah pada keduanya. Namun bila pasangan gay yang melakukannya mungkin wanita bakal jadi jijik. Kenapa begitu ya?

Tangan kiri Rida menjambaki rambut suaminya sedang tangan kanan terkadang mengelus Erick. Namun lebih sering meremas sprei putih. Desisan dan erangan berkali-kali keluar dari mulut wanita ini. Erangan yang mengekspresikan kenikmatan dilayani dua lelaki. Ributnya tak kalah dengan suara bokep yang dipelankan.

"Maaassshhhh masukin masss.... ga tahan neh.... cepet Mas!"

Bon-bon memohon dengan sangat. Andru memandangku.

"Kamu coba duluan Rick, ayo!"

Niat Andru memiliki anak tampaknya sudah sangat bulat sehingga wilayah pribadi yang jadi kekuasaannya pun rela untuk diserahkan. 

"Jeng, kamu jongkok masukin kontol Erick ke  milikmu. Cepat!" Andru memerintah istrinya.

Bon bon bangun dan berjongkok di atas kontolku. Cekatan tangannya menggenggam dan mengarahkan ke memeknya. Namun karena terasa agak lemas dia agak sulit memasukkan. Bon bon mengocoknya untuk memperoleh ketegangan maksimal. Lalu dia mencoba memasukkan kembali. Kali ini juga tidak berhasil.

Erick berkonsentrasi dan mulai membayangkan yang dia entoti adalah pantat Andru. Kontolnya mulai mengeras. Namun ketika disentuh tangan Bon-bon yang halus dia mulai melemas lagi. Andru yang melihat ini menjagi gemas. Sedangkan dia sendiri sudah sangat ingin menancapkan kemaluannya di liang istrinya. 

Dari bagian bawah terasa tangan hangat dan agak kasar meremas-remas. Seketika kontol Erick mencapai ketegangan yang cukup. Andru menuntunnya memasukkan ke liang memek istrinya sendiri.


"Aaaahhhh ...." 

Erick merasakan sensasi hangat dan nyaman dan licin. Tidak lama kemudian dia merasakan sensasi kedua. Sensasi batang kontol yang mengenainya. Ah rupanya Andru menginginkan istrinya di double fuck. 

"Masshhh awww massshhh ooooohhhhh..." Bon bon mengerang antara enak dan sakit.

Posisi Bon bon agak tidur ke arah Erick yang terlentang begitu. 

"Mmmm ooooohhhhh..." Andru pun berteriak serasa memperawani liang memek baru lagi.

Lalu mereka bertiga terdiam sejenak pada posisi masing-masing. Andru yang memulai menggerakkan kontolnya keluar masuk sementara Erick dan Rida pada posisi diam. Erick sangat menikmati gesekan kontol Andru demikian pula Bon bon. Ini lebih nikmat daripada dildo besar yang biasa dia gunakan untuk masturbasi.

Erick tidak konsentrasi karena payudara Bon bon yang menyentuh-nyentuh dadanya. Sementara Bon bon juga tidak berani terlalu jauh mencium Erick. Plop! Kontol Erick mengecil dan keluar. Kini dia berusaha memasukkan tapi posisinya jadi susaha. Selain itu juga lubang memek Rida sudah terisi kontol Andru yang besar.

"Jeng kamu berbalik saja menghadap aku"

Sekali lagi Andru mengocok dan meremas-remas kontol Erick. Si pemilik sangat menikmati diremas-remas tangan pria yang perkasa. Rida masih mengangkangi kontol Erick. Andru mengarahkan kontol Erick yang sudah tegang kelubang memek istrinya. Rida mengepaskan dan kontol Erick pun masuk kembali ke liang kenikmatan itu. Lalu Bon bon menaik turunkan pingganggnya mengocok kontol Erick.

Andru menggoyang-goyangkan kontolnya untuk mendapat ketegangan maksimal lagi. Erick lebih senang dan nyaman dengan posisi ini. Dia hanya bisa melihat wajah Andru tanpa terganggu rayuan dari Bon bon. Kontolnya menegang maksimal membayangkan dia sedang mengentoti Andru. Andru mengarahkan kontolnya dan menyelipkan dengan paksa di lubang memek istrinya yang sudah terisi dengan kontol Erick.

Erick membayangkan kontolnya dan kontol Andru digenggam bersama lalu dikocok. Ya seperti itu yang dia kadang lakukan bersama pasangan gaynya.

"Massshh aawww maasssshhhh......" Rida diserang orgasme pertamanya.

Dia mencengkeram punggung suaminya dengan kencang. Sementara di dalam terasa semakin licin saja. Pinggang Bon bon turun. Kontol Erick terbenam penuh hingga tinggal pangkalnya saja. Sementara kontol Andru tetap keluar masuk dengan perkasanya. Kontol besar dan hitam itu merojoki liang kenikmatan sambil menyentuh kelentit di bagian luar.

"Ssshhh aaahhh ssshh....." kini giliran Erick yang mengerang.

Dahinya keringatan menahan kenikmatan kontol Andru yang terus menggeseknya. Erick merasa tidak tahan untuk diam saja maka dia menggerakkan pinggangnya -yang diduduki Rida- naik turun.

"Oooohhh aooooo ooohhhh......" Rida mengerang merasa sangat nikmat diserang dua pria jantan.

"Ah Yeshh teruskan Ndru... tambah cepat... aku hampir sampai..." erang Erick.

Andru sangat semangat dan jadi lebih semangat lagi mengesek-gesek kontol Erick dalam memek istrinya.

"Aaaahhh aaahhh ahhh...."

Rida pun menyemangati dengan teriakan teriakannya.

"Aku... sampai..."

Erick mengegang dan menancapkan kontolnya jadi lebih dalam. Sementara Suami istri, Andru dan Rida merasakan semprotan sperma di dalam liang kenikmatan. Andru terus mengocok liang kenikmatan istrinya dan mendoron supaya semua sperma Erick masuk. Supaya sperma itu segera bertemu dengan sel telur istrinya. Supaya istrinya hamil.

Kontol Erick semakin mengecil meskipun Andru masih masih mendorong keluar masuk kontolnya. Kontol Andru belepotan dengan cairan putih kental sperma Erick. Plop! Kontol Erick keluar karena mengecil dan melemas.

"Cepat Jeng ditampung..."

Segera Rida menurut dia mencopot kontol Andru dan berdiri mengempit. Lalu di dekat dinding dia tiduran dan menaikkan kedua kakinya kesana. Maksudnya mungkin supaya sperma Erick tidak mengalir keluar.

"Jangan bergerak begitu saja setengah jam ya, Jeng..."

Sementara itu Erick berdiri dan berlari ke kamar mandi. Andru menyusul. Sama-sama hendak membersihkan sperma. Setelah menutup pintu Andru mendekat menempelkan tubuhnya ke tubuh Erick  yang sudah basah oleh air. Mulutnya mendekat ke telinga Erick. Erick diam tak bergerak.

"Aku tahu kamu gay..." bisik Andru dengan pasti.

Mata Erick membesar karena rahasianya terbongkar.

Read More →

Aku, Sahabatku dan Istrinya #1

Tak sengaja aku bertemu dengan sahabatku di sebuah pujasera sewaktu aku mengadakan kunjungan kerja ke kota itu. Andru nama sahabat sewaktu kami kuliah di Jogja dahulu. Semenjak awal kuliah kami selalu satu kos. Aku ingat selain satu kos kami juga sering nonton bokep bersama (maklum anak kos). Kadang di kamarnya terkadang di kamarku. Tidak ada hal macam-macam yang terjadi kala itu.

Aku pun kenal dengan pacar-pacar Andru. Dia aktif di organisasi kemahasiswaan dan banyak dikelilingi cewek-cewek. Sudah gitu dia juga jago ngewe. Banyak cewek yang dengan sukarela ditidurinya. Aku tahu setiap yang dekat dengan dia. Termasuk salah satu pacar yang sempat diputus dan akhirnya jadi istrinya sekarang.


"Eric ya? kamu Eric kan?" Andru mengulurkan tangan di pujasera itu.

Aku kaget dan heran. Seingatku aku tidak memiliki kerabat di kota ini. Tapi mukanya juga tidak asing buatku. Aku coba mengamatinya sekali lagi. Ganglion di otakku meloncatkan bunga api listrik dari sel abu satu ke yang lain. Mencari koneksi antara data-data yang teramati dan sebuah nama.

Aku ulurkan tanganku. Otakku tetap bekerja.

"Aku Andru teman kosmu... di Jogja"

Kata itu bagaikan shortcut sehingga aku langsung menemukan file yang tepat. Di dalam folder Andru ada file bokep, kos, bokep, angkringan, bokep, pinjam motor, bokep, komputer, bokep, tidur, bokep, lalu bokep lagi dan bokep lagi.

Aku tersenyum melihat daftar file di otakku itu. Ya, Andru kecanduan bokep.

"Ahh ya... Andru bokep... hahahah ha ha haha...."

Bokep itu yang membuat Andru bernapsu tinggi. Bahkan pernah sehari sampai 3 cewek berbeda yang ditiduri. Setiap habis menonton bokep pasti keesokan hari atau malamnya akan ada cewek yang diajak tidur di kamarnya. Andru dengan mudah mendapat cewek yang mau dipakai. Itulah beruntungnya punya wajah ganteng dan aktif di organisasi.

"Ancur kamu Ric, masa itu yang kamu ingat"

Di Pujasera itu kami bercerita hampir satu jam tanpa terasa. Andru menceritakan perkawian dengan Rida Bon Bon yang berlangsung hampir 7 tahun dan belum mendapat keturunan. Ya dia dipanggil Bon Bon bukan karena gendut. Dia tinggi dan punya tubuh yang bagus seperti model.

"Kalau Bon Bon, emmm sori... istrimu -maksudku- kerja apa?" aku harus menaruh hormat pada si Bon Bon karena Andru.

"Dia sekretaris bos pabrik teh"

"Mungkin kalian terlalu lelah sehingga belum ada keturunan"

"Kehidupan sex kami oke dan bergairah saja, kok" ujar Andru tanpa sungkan membuka rahasia rumah tangganya.

Keduanya juga sudah diperiksa dokter berkali-kali. Tidak ada gangguan dan tidak ada sakit. Hanya butuh istirahat begitu saran dokter. Mereka juga menolak mengikuti program bayi tabung dengan alasan tidak terjangkau biayanya. Beberapa pengobatan alternatif, makanan, dan jamu sudah dicoba juga.

"Senjatamu sudah tumpul mungkin, Ndru. Keseringan dipakai waktu jaman kuliah..."

Cerocosanku ditimpali Andru dengan serius. Muka dan sikap yang serius.

"Kami sempat terpikir kalau saja ada teman yang mau mendonorkan spermanya..."

Ekspresinya sedih dan lelah. Ya, keinginan punya anak mungkin telah menekan mereka. Semakin tertekan semakin tidak datang juga bayi yang diinginkan.

Aku mulai berpikiran macam-macam.


Besok sorenya Andru meneleponku dan memintaku untuk mampir ke rumah sebelum aku kembali lagi ke kotaku. Dia mendesakku supaya menginap di rumahnya. Aku menolak halus untuk menginap tetapi aku menyanggupi untuk datang dan makan malam bersama mereka.

Si Bon Bon tetap cantik dan langsing seperti dahulu. Dandanannya tidak lagi seperti maha siswi tetapi lebih mirip ... yah wanita cantik ibukota pada umumnya. Kami duduk bertiga.Aku seperti diinterview saja rasanya. Aku menceritakan kalau aku belum menikah, bekerja, lajang, dan digelari 'high top jomblo'. Sebenarnya memang karena aku seorang top jelasnya seorang gay dengan posisi top. Tentu saja aku tidak menceritakan bagian terakhir ini.

"Begini Ric... " akhirnya Andru dengan hati-hati masuk ke inti persoalan.

"Aku dan istri sudah sepakat untuk minta bantuan kamu kalau bisa..." Andru terdiam dan melirik Bon-bon yang mengangguk memberi semangat.

"Aku dan istri sangat menginginkan anak, namun kami tidak mau adopsi. Aku ingin istriku hamil. Aku ingin istriku melahirkan."

Aku menganggap sejauh ini keinginan keluarga ini masih wajar. Seperti pasangan lain juga tentu menginginkan momongan.

"Aku putus asa bahkan terpikir untuk mengambil bayi tabung dengan donor sperma dari orang lain tetapi biayanya itu. Belum lagi kami tidak jelas mengenal siapa pemiliknya. Walaupun ada data yang jelas kami tidak yakin."

Sekali lagi Andru menengok ke Bon-bon. Kali ini Bon-bon menggenggam lengan suaminya menguatkan supaya sampai hati untuk mengatakan duduk perkaranya.

"Kami ingin kamu jadi pendonor buat kami..." lalu mereka berdua menantikan reaksiku.

"Kenapa aku?"

"Kami tahu kamu orang baik-baik. Fisik kamu oke. Kamu juga memiliki rambut ikal seperti mas Andru. Berbulu. Ya intinya ciri fisiknya tidak jauh-jauh amat. Jadi kalau nanti ada bayi yang lahir tidak jauh beda dengan mas Andru" timpal Bon-bon.

"Golongan darah kamu apa, Ric?"

"Aku B"

"Yah ga masalah kalau begitu asal jangan O. Aku AB dan Bon-bon O jadi anak kami ada kemungkinan A atau B" Andru menjelaskan.

"Hmmm apa kalian berdua sudah menimbang dengan masak apa yang terjadi ke depannya?"

"Sudah. Kami bersepakat menganggap anak yang lahir adalah anak kami. Apapun resikonya"

Aku mengambil minuman yang disajikan Bon-bon tadi. Setelah meminumnya baru kukatakan keputusanku.

"Jadi kapan aku bisa bantu kalian sumbangkan spermaku?" tanyaku.

Aku pikir apa salahnya membantu teman dan sahabat lama.

"Malam ini... ya malam ini" ujar Andru tertawa bahagia. Bahkan ada sedikit linangan air mata.

Bon-bon hanya tersenyum menunduk malu.



"Ayo, masuklah ke kamarku. Kita nonton seperti dahulu lagi..."

Aku digiring ke kamar tidur tuan rumah. Aku ikut saja. Andru membuka lemari dekat TV datar besar yang ada di kamar itu.

"Penyakit kecanduan bokepmu belum sembuh juga ya?"

Ternyata koleksi bokep Andru bertambah-tambah. Kalau dahulu hanya satu dompet CD namun sekarang sudah satu lemari dan DVD semua.

"Gila Ndru, itu bokep semua ya...."

Andru hanya tersenyum sambil mengambil satu bokep terbaru. 

"Gak lah... hanya dua rak ini... yang lain film-film biasa. Kami sama-sama maniak nonton"

"Hah! Istri juga suka nonton bokep?"

"Iya... kami sering langsung praktek. Makanya kehidupan suami istri kami aku bilang bergairah."

Aku jadi terbayang bagaimana mereka berpraktek langsung di kamar ini. Kontolku langsung menegang tanpa ampun. Aku sampai perlu membetulkan posisi supaya lebih enak.

"Rida ke mana?" tanyaku.

"Dia mandi persiapan untuk kamu..."

"Hmm maksud kamu aku menggauli dia sendiri saja?" aku mulai khawatir


Aku takut nanti kalau senjataku tidak bangun atau macet di tengah jalan bisa terbongkar semua. Ya, kontolku tidak berdiri bahkan melihat wanita telanjang sekalipun. Namun seandainya ada pria di sebelahnya. Pria kekar, ya Andru kekar juga. Walau pria itu berpakaian lengkap pasti kontolku langsung bereaksi. Meskipun sekarang tegang begini namun aku khawatir nanti off saat berdua saja dengan Bon-bon.

"Iya.. atau harus kutonton?"

"Sebaiknya kita main bertiga saja..." ujarku.

Aku juga suka lihat badan Andru yang kekar. Pasti asik kalau lihat dia sedang mengentoti istrinya apalagi dia juga mau dientot. Tapi dia jenis pria normal. Pasti aku akan ditonjok andai aku berani pegang pantatnya  apalagi kontolnya.

"Wah kebetulan... aku juga punya obsesi pengen liat istriku dientotin orang lain"

"Kita entotin bareng saja... satu memek dua kontol. Bagaimana?" usulku

"Boleh, boleh... apa lagi crotnya barengan. Jadi sah itu anakku... " kata Andru nyengir jadi
nampak kekanakan.

Film bokep yang disetel Andru sudah mulai...

"kalau mau ganti celana aku ada tuh biar punya kamu ga tergencet..." Andru menunjukkan 
lemari pakaiannya.

Dari kamar mandi dalam terdengar deburan air istri Andru sedang mandi. Aku berdiri dan ambil salah satu celana pendek berbahan halus.Aku jadi bingung mau ganti dimana. Mana kontolku sudah menegang lagi...

"Sudah ganti situ saja. Nanti juga kelihatan semua kok..." Andru menyarankan melihatku kebingungan.

Ya sudah, aku membelakangi Andru dan berganti di depan pintu kamar mandi. Sekalian kubuka bajuku supaya tidak kusut. Aku melihat kontolku mengacung ke atas dan memerah. Wah aku merasa bergairah sekali dan ingin sekali main sex malam ini. Aku mengambil celana pendek Andru saat... Brakk!

"Awww!" 


Rida membuka pintu kamar mandi dan kaget karena melihatku telanjang di depannya. Ya celana Andru belum sempat kupakai jadi hanya kututupkan saja. Terdengar tawa Andru menyaksikan adegan kami yang tidak lucu menurutku. Dari belakang tentu Andru dengan bebas memandangi pantat telanjangku.

Sesudah pulih dari kekagetan, Bon-bon maju mendekatiku. Jantungku berdebar kencang. Terus terang ini pertama aku berhadapan dengan wanita. Bukan sembarangan namun dalam keadaan pakaian seminim ini. Mungkin malam ini akan terenggut keperjakaanku.

Tangan Rida yang putih dan lentik terasa dingin menyentuh dadaku lembut sekali. Turun menuju perut sixpacku. Aku merasa menggigil. Aku menengok ke Andru lalu ke Bon-bon dan ke Andru lagi. Mereka tampak tenang. Andru menikmati tontonan live yang cuma berjarak beberapa meter darinya.

Tubuh putih Bon-bon yang langsing dan mulus hanya terbalut baju mandi tanpa dalaman lagi. Jaraknya tinggal beberapa senti dari tubuhku. Aku bisa melihat puting susunya yang coklat tampak melenting tegang ke depan. Ya aku melihat dari sela baju mandi yang dipakainya.

Bon-bon menarik celana Andru yang menutupi kemaluanku. Segera aku menutupi dengan telapak tanganku.

(bersambung)

Sumber : Onani17

Read More →

Pengantar Catering #3

Matahari pagi sangat terang menerpa wajahku yang baru bangun. 

"Mmmhh jam berapa ini?" tanyaku pada si pembuka jendela. 

Dia adalah Dragna. Di pundaknya terkalung handuk putih pendek. Dragna baru saja pulang Joging pagi.

"Ini sudah jam 8 lebih." katanya sambil membuka kaos kutung putih yang basah oleh keringat. 

Dibuka juga training dan celana boxer hingga telanjang tanpa selembar benang pun di tubuh kekarnya. Ya, polos dan itu rupanya hal wajar bagi dia. Bahkan di dipan orang yang baru dikenalnya semalam.

Kulit tubuhnya coklat mengkilat bagus karena basah keringatnya tertimpa sinar matahari. Perut sixpacknya tampak lebih tajam. Wah kalau dia mau, maka majalah kebugaran pria akan berebut menjadikannya cover. Karena bisep dan trisepnya pun terbentuk dan keras.

Dia melakukan push up dengan kaki di jendela dan tangan di tanah dengan tetap bertelanjang. Aku rasa kontolku yang tiap pagi biasa tegang, kali ini tambah tegang saja. Wajah Dragna memerah karena darahnya mengalir ke bawah. Kontolnya yang setengah tegang memukul-mukul perut tanpa lemak itu. 

Dragna melirikku dari sela rambut gondrongnya ditengah hitungan. Dia paham kalau aku kagum pada badannya yang besar dan berotot. 

"Kontolmu ngaceng berat ya?" katanya melirik selimutku yang kelihatan berdenyut-denyut. 

Di bawah selimut, aku tidak memakai pakaian karena takut kusut waktu pulang nanti. Aku hanya tersenyum dan mengamati kegiatan Dragna yang hitungannya entah mencapai berapa puluh. 

"Tiap pagi kegiatanmu begini?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Tidak juga. Tapi harus diusahaakan kalau kau mencari nafkah di dunia entertaint seperti ini." jawabnya dengan terpotong-potong hembusan nafas. 

Ingin sekali rasanya mengocok kontolnya yang lurus dan besar itu atau meremas dan memegang paling tidak. Tapi aku rasa dia akan tersinggung karenanya, maka kubatalkan. Tentu saja kebebasan kami semalam tidak terkurangi, namun aku masih menjajagi apakah Dragnya juga bi seperti aku? Dia tampak jantan dan hanya ingin wanita sebagai teman sex. Tapi tidak tahu dalam pikirannya.

Dengan bersarung selimut tipis warna putih itu aku menuju kamar mandi untuk memenuhi 'morning call'ku. Aku punya kebiasaan rutin untuk buang air besar tiap pagi. Sampai Dragna akhirnya mengetuk beberapa kali karena dia ingin cepat-cepat berendam di bath up kamar mandi. Kuselesaikan cepat kegiatanku dan aku keluar.

"Sori, bukannya mau berebut kamar mandi, tapi aku hanya ingin berendam di bath up. Kalau kamu mau melanjutkan kegiatanmu silakan." 

Dragna meletakkan tangannya yang hangat di dadaku, menahan supaya aku tidak keluar kamar mandi. Saat berpapasan itu kami berdua dalam keadaan telanjang bulat.

"Terus terang aku juga ingin mengamati kontolmu!" kalimat yang meluncur dari mulut Dragna membuatku melongo. 

Tapi Dragna tidak memaksaku. Dia memberi kesempatan berpikir sembari dia mulai memenuhi bath up dengan air dan wewangian.

Sangat sayang kalau kesempatan seperti ini diabaikan. Kubalikkan badanku dan aku menutup pintu kamar mandinya. Lalu aku melangkah ke bagian shower untuk membasuh diriku yang semalam berkeringat karena pertunjukan streaptease dan malam yang tak terlupa. Shower kusetel tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Tetapi lama di shower bukannya membuat kontolku terkendali. Malah semakin menjadi. Sementara Dragna begitu tenang berendam, terkadang dia memejamkan mata untuk menikmati wewangian. Hmm tapi jadi aku sendiri yang belingsatan. AKU MENGINGINKAN TUBUHNYA. AKU MENGINGINKAN KONTOLNYA!

Teriakan hatiku tidak kutahan lagi. Kukenakan handuk putih yang tersedia di villa itu lalu kudekati Dragna.

"Apa benar kau tertarik pada kontolku?" tanyaku was-was takut dia tertawa. 

Aku duduk di pinggiran bath up. Di dalam air keruh di dalam bath up tubuh Dragna yang kurasa sempurna sedang menikmati kerja sabun yang membersihkan.

"Kalau iya kenapa? Kontol kamu yang bengkok itu menarik. Lagian kamu harus berbagi rahasia kenapa kamu bisa lebih lama dariku."

Dibasahinya lagi rambutnya dengan air di jari tangan dan diseka wajahnya. Aku terdiam menunggu kata-katanya.

"Banyak orang, ketika kontolnya masuk memek maka langsung muncrat. Aku rasa aku sudah cukup lama dibandingkan Acoy atau pria lain. Tante-tante yang kulayani juga mengakui kalau pelayananku lebih memuaskan karena lebih lama dari suami-suami mereka. Tapi kenapa kontol kamu ini lebih lama dariku kemarin? Apa karena bengkoknya itu?" Dragna menganalisa masalahnya sendiri sambil sesekali memijat kontolku.

"Kurasa bukan itu. Aku sering onani." kataku menutupi kalau ada sisi gay dalam kehidupanku.

"Maukah kamu mengonani kontolku?" 

wow .. ini bagai pertanyaan mau kalau kuberi emas? tentu saja segera kuanggukkan kepalaku dan tanganku mulai menyusuri dada, perutnya dan segera kutemukan kontolnya. Ternyata sudah sangat keras. Entah kapan mulai membesarnya. Kontol yang bagus mungkin panjangnya lebih dari 18 cm dan hampir 4 cm diameter pangkalnya. Aku meremasnya perlahan dan mengamatinya. Ingin rasanya memasukkan ke dalam mulutku seperti adegan di web-web yang sering kususuri tiap malam minggu.

Tanganku mulai mengocoknya. Dragna memejamkan mata menikmati setiap hentakan yang kubuat. Air di bath up berkecipak. Tangan Dragna tidak diam, tangannya menyusuri dadaku dan memainkan putingku. Terasa geli dan ahhhh....

Sebentar saja aku sudah bertelanjang bulat. Tangan Dragna pun sudah mulai mengocokku seirama kocokanku pada kontolnya. Di bibirnya tersungging senyuman senang. Kubalas. Ahh saat menyenangkan. Andai saja handycam Jo masih ada pasti tidak kulewatkan momen ini.

Setelah terasa bosan Dragna berdiri di bath up dan memintaku mengemut kontolnya. Sebelumnya kubersihkan kontol itu dari sabun dengan air. Kupegang erat bagian pangkalnya dan mulai menciuminya. Dragna memperhatikan segala tingkahku dan dia menikmatinya. Ada perasaan jantan pada setiap pria top (sepertiku juga) kalau sedang dinikmati sesama pria. Aku yakin kalau rasa jantan itu sedang memuncak di otak Dragna. Kalau sering para wanita ditaklukkannya maka sekarang kaum pria pun ditaklukkannya.

Kontol itu mulai kujilati. Setiap jilatanku melalui dekat lubang kencing, semua darah Dragna kumpul di situ membuat kontolnya tambah keras. Saat seperti ini aku mengamati tato kecilnya dari dekat. Itu lambang Superman. Pria ini memang super dalam bidang sex atau 'S' itu artinya sex? Entah karena menyenangkanku atau karena nikmat, setiap hisapanku diiringi lenguhan pelan Uuuhhh uuhhh....

Tiba-tiba alunan musik 'Crazy frog' dari Axel f terdengar di hape Dragna di kamar sana. Dragna mendorong kepalaku dengan lembut dan dikenakannya kimono putih dan keluar.

".. oo elo si Erik yang baru married itu kan? .. gak .. elo butuh gue juga atau ada hal lain yang mesti gue kerjakan? ... oke ... oke... jumat atau sabtu malam... oke ... gampang lah! ... oke ... yup ... beres... oke....", begitu Dragna menjawab telepon dari Erik. 

"Erik siapa Drag?" tanyaku sambil membelai dadanya. Kubuka kimononya. 

Tubuh telanjangnya terlentang di atas seprei putih. Sixpacknya masih tampak jelas. Kontolnya masih bertahan tegang. Dragna memang sudah terlatih untuk mempertahankan ereksi selama mungkin, walau tanpa rangsangan tentunya.

"Kamu tahu kan .. selebritis yang baru married beberapa waktu lalu? Nah ini suaminya. Dia pengusaha .. jadi gak terlalu terkenal. Dia menginginkanku untuk main bertiga di Bali sabtu besok." 

Katanya tetap tenang meski dalam keadaan terangsang. Begitu biasa menjawab segala pertanyaanku. Kuciumi dadanya dari atas lalu perutnya dan tak lupa juga kontolnya yang besar itu... 

"Drag.. boleh?" sambil kusentuhkan jariku pada lubang pantatnya.

"Sorry sebenarnya gue ga pernah dipake orang begituan.. tapi buat elo .. silahkan!" Bibirnya tersenyum. 

Tangannya meraih sesuatu di dalam tas dekat kasur kami. Ahh itu kan jelly pelumas.

"Biar ga sakit.. ", katanya menyerahkannya padaku. 

Kakinya mengangkang, dia menyerahkan lubangnya. Bentuknya seperti odol tetapi bening... ah dingin ketika Jeli itu kusekakan pada kontolku. Aku juga memberikan jeli itu pada pantatnya yang berbulu itu. Tangan kanannya mengocok kontol. Sedang tangan kiri merabai dadaku yang tentu belum sebagus dadanya. Hmm nikmat rasanya ketika dia memainkan putingku. Ada perasaan melayang menerpa.

Kuarahkan kontolku yang berbentuk bengkok ke kanan ke arah lubang itu. Lubang itu begitu rapat. Sulit rasanya menembus. Wajah Dragna terlihat meringis. Kutambahkan jeli pada lubang itu. Kucoba memasukkan satu jari... berhasil! Dua... berhasil juga. Wajah Dragna memerah tapi sudah tidak lagi sakit. Lubang itu sudah mulai terbiasa...

Sekali lagi kukendalikan kontolku memasuki lubangnya.... kepala kontolku berdenyut merah mencoba mendesak lubang sempit itu. Hmm .. ini lebih sempit dari memek Ann atau Alice. Inilah kenikmatan bisex. Bisa merasakan semua lubang yang ada, baik mulut, memek, maupun pantat. Kapan-kapan kuceritakan perbedaan sensasi masing-masing.

Beberapa kali mencoba aku gagal. Tapi aku tidak putus asa. Tetap kuarahkan kepala kontolku ke sana. Dragna mencoba tenang dengan mengocok kontolnya sendiri lambat-lambat. Kini perlahan mulai kupaksakan masuk. Yah.. sekarang masuk setengah dan tak lama kemudian kontolku telah menghilang di antara lubang itu. Pantatku mendorong batang kontolku memasuki lobang lebih jauh. Lalu aku diam sebentar menikmati sensasi sempit itu .... ahhh ini lebih enak dari remasan onani. Uhh uhh...

Entah karena sakit atau bagaimana kulihat kontol Dragna mulai loyo. Tentu saja dia belum orgasme saat itu. Sampai sekarang aku tidak tahu apa yang dia rasakan. Kenapa dia pasrah dimasuki tapi gairahnya malahan menghilang. Kutepis semua rasa dengan nafsuku. Kenikmatan itu menghilangkan empatiku. Aku mulai memajumundurkan pantatku .. uhh nikmat sekali lobang ini ahhh... hmmm seperti terbang ke langit tujuh.. ahhh gak ada bandingnya.

Dragna menikmati pemandangan itu. Dia melihat aku yang terpejam -pejam keenakan. Dia tersenyum dan mungkin mencoba merasa. Ah kulihat dia mulai ngaceng lagi. Ya.. kontolnya bersemangat lagi. Denyutannya ahhh yess. yess... dia mempercepat kocokan kontolnya seirama dengan hentakan pantatku kepadanya. Ahh enakk sungguh!

Kini kucoba kuraih bibir Dragna. Aku tidur di atas perut dan kontolnya... tentu pantatku tetap bekerja memompa kontolku di anusnya. Ahh Bibirnya kulumat. Dragna memberi respon. Kini kakinya bersilang di belakang pantat ikut mengendalikan irama entotanku. Dia menginginkan kontolku masuk lebih dalam. Di perutku Dragna melepas kontolnya dan membiarkan keringatku juga perutku dan perutnya memberi kenikmatan. 

Kuciumi Dragna. Dia pria yang sempurna. Yang mendapat segala kenikmatan sex di dunia. Pria dan Wanita. Muda dan tua. Juga uang dan kenikmatan dunia. Mudah baginya melampiaskan nafsunya meskipun bukan dalam ikatan. Dia pria jantan yang bebas. Kuda sex yang tidak pernah puas. Dragna ingin kumiliki tapi tak mungkin karena masa perbudakan telah berlalu... tapi dengan mengentot pantatmu, ini memberiku kepuasan tersendiri. Seakan kunikmati segala kenikmatan yang pernah kau nikmati.

Aku masih memajumundurkan pantatku ketika terasa kehangatan di dadaku. Kehangatan semprotan mani pria jantan. Waktu itulah aku tersadar di antara kenikmatan persanggamaan. Ahh sepertinya aku baru setengah jalan... ketika ketukan pintu sialan itu.

Tok .. tok.. tok.. "Heiii sarapan sudah siap, ayo bangun!" rupanya Ann mengira kami semua masih tidur.

"Ya! Kami segera ke sana!" sahut Dragna yang tersenyum puas.

Kulepas kontolku yang belum puas dari pantatnya. Sialan! Lagi lagi! Sekilas Dragna mencium bibirku dan berlalu untuk menyiram tubuhnya dan kembali ke bath up. Ketika aku masuk ke kamar mandi itu. Dragna sudah di bath up untuk menikmati sisa waktu berendam.

Tubuh yang berlepotan mani ini kusiram bersih-bersih. Ingin sekali beronani untuk menuntaskan keinginan libidoku. Tapi terasa segan melakukan di depan Dragna. Aku merasa rasa kagumnya pada kehebatan sexku akan runtuh seketika.

Setelah sarapan aku dapati mobilku sudah siap dan bersih. Aku mengucap terima kasih pada Jo dan semua tim penari untuk pengalaman yang tidak terlupa. Tentu saja aku mendapatkan kartu nama mereka kalau sewaktu-waktu aku memerlukan jasa mereka. 

"Beres deh! See you soon all!" seruku melambai pada mereka yang juga sudah bersiap meninggalkan villa.

Aku menyetir dengan senyum terus tersungging di bibir sampai saat aku hampir memasuki gerbang tol. Sebuah pengendara mobil Jeep yang mirip punyaku menyetop mobilku. Aku berhenti dan mencoba mencari tahu maksudnya.

"Ah, aku kira Anda juga ikut klub! Kebetulan tiba-tiba mesinku susah distater. Ini memang Jeep tua. Dan aku baru masuk klub, jadi belum pengalaman. Bisa bantu kan?" katanya memohon.

Wajahnya mirip Moreno, pembalap itu. Hmm bodynya cukup keren dan kulitnya bersih. Naluri gayku berjalan, mataku melirik bagian rahasianya... alamak! Dia lupa menaikkan resleting dan ... dia tidak pakai celana dalam hmmmm...

"Aku coba deh..." Kataku sambil membuka kacamata hitamku.

TAMAT

Sumber : Onani17

Read More →

 

Copyright © 2012 HEAVEN OF MEN |